Home News Sekjend Partai, Purnawiran Jenderal Polisi Dan TNI Marah Dengan Tingkah Herman Hery

SN, Jakarta – Rupanya perlakuan Heri Tjiap alias Herman Hery, anggota DPR RI komisi III terhadap Dit Resnarkoba, Polda NTT AKBP Albert Neno, memancing kemarahan berbagai pihak.

” Kalau dia merasa benar sebagai manusia ada etika, jangan memaki orang sembarangan, itu Polisi yang memiliki wibawa di mata masyarakatr,” ujar Heikal Safar Sekretaris Jenderal Partai Priboemi geram.

Kemarahan Heikal karena cuma seorang Herman, seorang warga keturunan, sangat berani mengatakan perwira polisi dengan kata “Bangsat dan Monyet”, akibat mirasnya disita oleh Albert Neno

Heikal sendiri menyampaikan sebuah cerita, ketika dirinya menelpon seorang rekannya, yang berstatus polisi, ” saya bilang, kamu saya panggil monyet saja ya, teman saya balik marah, saya bilang, orang Cina aja berani panggil monyet, malah Komandan (Kapolda NTT) kamu diganti,” ujar Heikal menceritakan pengalamannya.

Dan rekannya si Polisi langsung terdiam saja, dan dia juga ternyata marah akibat perlakuan tidak punya etika dari seorang anggota DPR RI.

Mantan Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Polisi (purn) Agus Saleh yang juga Pembina Nusantara Center, menyayangkan sikap Herman, menurutnya hal ini tidak bisa dibiarkan karena sudah menyangkut nama korps.

Bahkan Mantan Panglima TNI Jenderal Djoko Susanto juga mendukung sikap rekannya, Agus sebagai sesama Jenderal karena ini sudha menyangkut nama Korps dan harus dipertahankan kewibawaannya.

Heikal bahkan menambahkan jika selama ini para warga keturunan Tionghoa sudah sangat berani melakukan tindakan yang berlebihan kepada aparat kepolisian, ” kejadian (polisi ditampar) di Medan juga menjadi salah satu deretan panjang kekurangajaran para warga keturunan,” ujar Heikal, karena menurut Heikal mereka berani dikarenakan merasa ada bekingan.

 

loading...

Balasan