Home News Selama Ini KPK Diduga Geledah Tersangka Pakai Surat “Cacat”

SN, Jakarta – Ada yang menarik dalam sebuah perseteruan antara Fahri Hamzah anggota DPR RI Fraksi PKS dan Penyidik KPK HN Christian, di gedung DPR beberapa waktu lalu.

Perilaku sopan santun dari KPK yang melakukan penggeledahan dengan membawa Brimob, pasukan tempur milik Polri untuk mengawal KPK, lengkap dengan senjata dan rompi anti peluru memicu perseteruan.

Fahri Hamzah yang tidak terima jika gedung DPR RI seakan diperlakukan bagaikan sarang teroris yang diperhadapkan dengan Brimob, membongkar semua tingkah KPK yang selama ini berperilaku “semau gue“.

Perseteruan ini mengundang simpatik, Amir Faisal penulis buku laris tentang motivasi, ” Think Like A Millionaire ” juga terlihat kesal.

“Kalau KPK mau unjuk gigi pakai Brimob, jangan hanya di DPR saja, gunakan juga untuk menggeledah tempat tersangka kasus BLBI, Century dan Mafia migas,” ujarnya.

Surat perintah yang ditandatangani Ketua KPK Agus Rahardjo, untuk melakukan penggeledahan di ruang milik tersangka kasus suap Damayanti Wisnu P, dari Fraksi PDIP.

Akhirnya membongkar jika selama ini KPK telah mengindahkan dan menyepelekan aturan yang akhirnya melahirkan perlawanan dari para netizen dengan mengusung hestek #KPKAmburadul.

Surat yang dibuat menyiratkan jika beberapa kesalahan seperti pembuatan tanggal yang seharusnya tertulis ” Pada Tanggal : 14 Januari 2016″ oleh KPK malah dibiarkan tertulis ” 14 Jakarta 2016″

Sementara HN Christian sebagai penyidik yang menghadapi kemarahan Fahri Hamzah, justru namanya tidak tercantum dalam surat perintah.

Ada juga dalam penyebutan nama yang ruangannya akan digeledah, hanya tercantum nama Damayanti.

Sementara nama Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar dan Yudi Widiana Adia dari Fraksi PKS tidak tercantum jelas, ” hanya menyebutkan nama Damayanti beserta teman-teman,” ujar Abdullah Kelrey, Ketua Umum Nusa Ina Institue.

Menurut Dull, panggilan akrab Abdullah, penyebutan teman-teman yang dimaksud siapa, ” sementara teman Damayanti, Abdul Khoir Dirut PT. Windu Tunggal Utama, sudah ditangkap, termasuk supir dan asisten Danayanti.

Menurut Dull, jika KPK ingin menggeledah ruangan keduanya, harus memperjelas nama kedua anggota DPR yang diduga ikut terlibat dengan Damayanti, ” mereka ini suka tidak suka dipilih oleh rakyat, dan termasuk pejabat negara,” ujarnya.

Abdullah memperingati KPK agar bisa lebih teliti, karena kesalahan dalam penulisan surat, bisa berakibat fatal.

Sambil mengingatkan ketika Jaksa Agung Hendarman Supandji yang kalah dalam perseteruan dengan Yusril Ihza Mahendra hanya karena persoalan isi surat pengangkatan Hendarman.

Dullah memperkirakan jika KPK selama ini terlena dengan gaya ” masa bodoh ” mereka yang selalu ditakuti oleh para pelaku, hingga tidak pernah memeriksa surat perintah milik KPK.

Hingga akhirnya munculah Fahri Hamzah yang mempertanyakan surat perintah, yang akhirnya membongkar cara KPK.

(Jall)

loading...

Balasan