Home Hukum & kriminal Perbedaan Penegak Hukum Indonesia Dan Negara Lain Perlakukan Koruptor

JAKARTA – Kemarahan rakyat Indonesia atas perlakuan terhadap Koruptor BLBI, Samadikun Hartono, oleh Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung) Muhammad Prasetyo yang terlihat sangat respek, bagaikan menyambut tamu negara, membuat miris.

“Ini sama saja memberikan pelajaran kepada masyarakat, kalau mau maling harus korupsi, pasti diperlakukan dengan baik oleh Kajagung,” ujar Darwis Sibua, salah satu Tokoh muda Maluku Utara d Jakarta.

Darwis mencontohkan bagaimana seorang Ustad Abu Bakar Ba’asyir yang harus menerima perlakuan sangat tidak manusiawi, bahkan harus diborgol, sementara Abu Bakar Ba’asyir sudah terlhat sangat sepuh.

Sementara salah satu berita tertangkapnya pelaku korupsi warga negara Cina di Australia, mendapat perlakuan yang sangat berbeda.

“Anda bisa lihat, penegak hukum kita pasti sedang ditertawakan oleh penegak hukum negara lain, karena seorang koruptor besar justru mendapat perlakuan istimewa, dan parahnya oleh Kajagung sendiri,” ujar Darwis geram.

Persoalan perlakuan yang diterima oleh Samadikun yang telah merugikan negara sebesar Rp.169,4 Milyar, menjadi bulan-bulanan para netizen.

” KH Abu Bakar Ba’asyir tak punya duit, alias kere….makanya dicuekin.” Tulis @didienAZHAR.

” Maka Timbul lah pameo, spy (supaya) elu disegani, jadilah garong besar. Garong ecek2 lu mati sia-sia,” Bu Carik @luviku

Dan masih banyak lagi lainnya, yang kesemuanya mempersoalkan mulai dari cara penanganan yang dilakukan Kepala BIN Sutiyoso yang sengaja tidak memborgol.

“Perlakuan para pejabat tinggi negara, seakan ingin mempertontonkan kepada masyarakat, walaupun koruptor, karena etnis Cina jadi harus dihormati dan dijamu dengan baik,” ujar Darwis marah.

Dalam gambar yang diperlihatkan, bagaimana seorang Koruptor dari Cina bernama Hu Yuxing diperlakukan oleh penegak hukum dari Negeri Tiongkok.

Hu dicari karena melakukan mal praktek pencucian uang ketika menjabat sebagai Direktur Perumahan Reformasi Kantor Taiyuan yang melarikan diri ke Australia tahun 2002 dan ditangkap tahun 2015 kemarin.

(Mad)

loading...

Balasan