Home Hukum & kriminal Komisi III DPR : Kemungkinan Masuknya Flakka ke Indonesia Cukup Besar

SN Jakarta : Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar AlHabsy meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk lebih sensitive dan lebih keras lagi dalam pencegahan masuknya Narkoba terutama jenis baru seperti Flakka. Hal tersebut diungkapkannya usai rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR RI dengan BNN, KPK, LPSK, dan Komnasham di ruang rapat Komisi III, Senayan Jakarta, Kamis (8/6).

“Serangan-serangan model narkoba semakin beraneka ragam dan berpancaroba, Indonesia menjadi market yang besar bagi pengedar narkoba, tak heran jika kemudian bisnis ini sangat tinggi. Oleh karena itu saya berharap agar BNN lebih sensitive dan keras lagi untuk menekan para anggotanya untuk menangkap sekaligus mencegah masuknya narkoba jenis baru ke Indonesia, seperti flakka yang belakangan sedang heboh di media sosial,”ujar Aboebakar Al Habsy.

Untuk mencegah masuknya narkoba jenis baru itu, tentu hal tersebut bukan semata menjadi tanggung jawab BNN, lanjut Aboe. Melainkan juga seluruh elemen masyarakat. Oleh karenanya, ia berharap agar BNN mampu bekerjasama dengan berbagai pihak dan instansi, seperti kepolisian, Beacukai, dan Imigrasi.

Terkait dengan keberadaan flakka di Indonesia, Kepala BNN, Budi Waseso mengaku bahwa sejauh ini ia meyakini narkotika jenis baru itu belum ditemukan di Indonesia. Namun dengan perkembangan narkotika dunia yang ditandai dengan munculnya 800 narkotika jenis baru, ia menilai kemungkinan masuknya Flakka di Indonesia cukup besar.

“Sejauh ini belum ditemukan kasus penggunaan Flakka di Indonesia. Namun melihat perkembangan narkotika di dunia sangar besar, ditandai dengan munculnya 800 jenis baru narkotika, maka kemungkinan masuknya Flakka di Indonesia juga cukup besar,”ujar Buwas, begitu wartawan biasa menyapa Budi.

Meski demikian, lanjut Buwas, pihaknya berusaha untuk melakukan pencegahan atau antisipasi masuknya Flakka dan narkotika jenis baru lainnya ke Indonesia. BNN juga bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti Bea Cukai, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Imigrasi, dan juga Badan intelijen Negara (BIN). Selain itu pihaknya juga bersinergi dan bertukar informasi dengan Negara lain. Bahkan, menurut Buwas, BNN juga kerap bekerjasama dengan masyarakat untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Flakka sendiri belakangan kerap menjadi pembicaraan di masyarakat. Dalam sejumlah media social beredar video pengguna Flakka yang bertingkah seperti zombie. Konon, campuran berbentuk Kristal putih tersebut diyakini memiliki efek yang sangat membahayakan. Sulit bagi pengguna untuk kembali normal ketika sudah terkena barang haram tersebut.

loading...

Balasan