Home Daerah Di Kebumen, Umat Muslim dan Umat Budha Hidup Rukun Berdampingan

SN KEBUMEN — Konflik yang terjadi di negara bagian Rkahine Myanmar ditanggapi seriun umat Muslim dan penganut Agama Buddha di Kebumen.

Selain sepakat untuk saling menghormati dan berdamai, para tokoh agama di masing masing agama menyatakan pro Pancasila. Perbedaan agama diantara mereka tidak akan membuat perpecahan.

Justru akan saling menjaga. Kaum mayoritas (umat Muslim) akan menjaga kaum minoritas (penganut agama Buddha) di Kebumen.

IMG-20170904-WA0132“Itu diungkapkan langsung perwakilan tokoh agama Islam Muhamad Abdul Biri (53) di Vihara Tirta Dharma Loka yang berada di Desa Sidoharum Sempor saat pernyataan sikap siang tadi,” terang Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto mewakili Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, Senin (04/09) .

Kerukunan umat beragama di desa Sidoharum Sempor Kebumen patut dijadikan contoh. Pernyataan mengejutkan datang dari Andri (33) selaku Kepala Desa setempat.

Pejabat utama Polres Kebumen yang hadir dalam acara itu dibuat kagum oleh penyampaian kepala desa muda tersebut.

Di desa yang dipimpinnya, dalam satu KK “kartu keluarga” wajar ditemukan dua agama.

“Dalam perbedaan agama satu keluarga tidak dijadikan masalah di keluarganya. Bahkan jika umat muslim sedang melakukan kegiatan keagamaan umat buddha juga ikut gotong royong membatu. Begitu sebaliknya jika umat Buddha sedang melakukan kegiatan keagamaan, umat muslim ikut membantu,” katanya.

Sesuai pernyataannya, umat Buddha dan Muslim di sana sangat menjunjung tinggi toleransi antar agama.

Bahkan jika kita amati, di dekat Vihara ada beberapa rumah milik umat Muslim berdampingan akrab.

“Ya, letaknya bersebelahan, dengan Vihara. Mereka guyub rukun tanpa memandang perbedaan,” terang Willy. (Wardoyo)

loading...

Balasan