Home News Gerakan Pramuka Ajak Masyarakat Lakukan AKSI ” Bumbung Kemasyarakatan” Untuk Pengungsi Rohingya

(SIARAN NEWS) Jakarta – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka kembali melakukan aksi ” kemanusiaan untuk membantu pengungsi Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Kali ini dengan menggelar aksi kepedulian “Bumbung Kemanusiaan,” Aksi Bumbung adalah cara unik Pramuka menggalang dana untuk untuk sebuah tujuan tertentu. Dahulu, aksi ini biasanya menggunakan media bambu untuk menampung dana yang dikumpulkan.

Setiap anggota Pramuka memiliki rasa kepedulian. Makanya kita sebut ini bumbung.

Kemanusiaan, karena hasilnya nanti disalurkan untuk membantu pengungsi, ujar Prayitno, Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pembinaan Anggota dalam acara Konferensi Pers yang digelar di Kwarnas Gerakan Pramuka Rabu (6/9/17) pukul : 13.15.Wib

IMG-20170906-WA0206Budi selaku Binamuda mengajak seluruh anggota Pramuka dan masyarakat secara umum, untuk tidak ragu-ragu dalam membantu pengungsi Rohingya lewat “Bumbung Kemanusiaan’ ini. Berapapun jumlahnya, cukup transfer ke rekening pramuka peduli dan/atau kumpulkan donasikan, untuk kemudian dikirim

 

Aksi ini juga merupakan implementasi dari salah satu Dasa Darma Pramuka, yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.” tambah Budi Prayitno Rakhine S

Sebelumnya, Kwarnas Gerakan Pramuka telah mengirim relawan dan bantuannya sapi dan kambing serta sejumlah bantuan bahan pangan seperti beras, lauk pauk biskuit, coklat, dan air bersih juga dibagikan di camp pengungsian Myanmar pada 29 Agustus 2017 lalu.

“Hari Jumat, 1 September 2017. pukul 6 pagi, saya masuk ke beberapa kamp pengungsian Shan Tho Lee Camp, Lamache village, Phia Lhe Song Village. Alhamdulillah di tiga pendistribusian dan bantuan berlangsung aman dan lancar” kata Eko Sulistio, Andalan Muda Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Pengabdian Bencana (Abd Masyarakat dan Siaga) yang terjun langsung ke Myanmar.

Menurut Eko para pengungsi Rohingya banyak mengalami gizi buruk akut, traumatik.

Sementara itu, Ketua Kwannas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault yang saat ini sedang di Perancis untuk misi pengibaran bendera Merah Putih di puncak Mont Blanc, mengatakan bahwa  aksi bumbung seperti ini sering dilakukan oleh anggota Pramuka di berbagi tempat.

 

Peduli Gerakan Pramuka direncanakan akan kembali ke Myanmar pada pertengahan bulan September ini untuk membawa bantuan, khususnya untuk anak-anak, wanita dan warga lanjut usia di Rohingya.

“Kami sangat mengapresiasi diplomasi yang dilakukan Pemerintah serta langkah-langkah yang ditempuh oleh seluruh aktivis kemanusiaan dari berbagai organisasi di dunia, khususnya Indonesia dalam membantu pengungsi Rohingya ini, tapi jangan berhenti. Kita harus terus doakan dan bantu mereka,” ujar Adhyaksa.

Gerakan Pramuka melalui wadah Pramuka Peduli aktif banyak terlibat dalam sejumlah misi kemanusiaan, seperti bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, tanah longsor, bencana kelaparan dan kekeringan. Bahkan, Gerakan Pramuka juga aktif mendistribusikan bantuan ke negara-negara Afrika, seperti Somalia, Sudan, Sudan Selatan, Kenya, Ethiopia, Afrika Tengah, Uganda, Kongo, Angola, dan Nigeria. (Suwondo S)

loading...

Balasan