Home Bisnis Rembuk Nasional ASPRINDO, Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

Siarannews – Jakarta : Acara bertajuk ” Rembuk Nasional 2018″ yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) yang diselenggarakan pada tanggal 4 sampai dengan 5 mei 2018 di Belleza Suite, Jakarta Selatan berjalan dengan lancar dan sukses. Acara dihadiri lebih dari 250 peserta baik dari pengurus pusat, perwakilan 23 pengurus daerah (DPW) dari 34 wilayah, 3 perwakilan dari luar negeri dari 20 perwakilan ASPRINDO di Luarnegeri

Dihari yang sama, (Jum’at, 4 Mei) juga dikukuhkan dan dideklarasikan pengurus pusat ASPRINDO yang dilantik oleh Dewan Penasehat ASPRINDO, DR. Rizal Ramli.

20180521_091300-768x1085

ASPRINDO juga melakukan Memmorandum of Understanding (MoU) dengan Organisasi Pengusaha Turki (MUSIAD) serta MoU dengan Kementan RI. Pada MoU tersebut ASPRINDO dan MUSIAD akan melakukan kerjasama dilingkup perdagangan dan ekspor-impor serta melakukan pelatihan-pelatihan diseluruh bidang yang ada di ASPRINDO. Sedangkan dengan Kementan RI, ASPRINDO akan melakukan kerjasama di lingkup penyaluran sarana produksi dan pengembangan hasil usaha produk pertanian.

20180521_091025-1024x583
PANCA PROGRAM UNGGULAN ASPRINDO

Usai Deklarasi dan Pengukuhan ASPRINDO, acara dilanjutkan dengan Mukernas para pengusur pusat serta perwakilan ASPRINDO di seluruh wilayah Indonesia.

Hadirnya narasumber seperti : Rizal Ramli (Ketua Dewan Pembina), Sandiaga
Uno (Wagub DKI Jakarta), DR. Agung Hendriadi (Kepala Badan Ketahanan
Pangan-Kementan RI), Pasoroan Herman Harianja (President of INAMPA), Prof.
Muchlis Bachrainy (Ketua Dewan Pakar/(CEO Pachira Group), Soedaryantora (Konsultan Perumahan), ASPRINDO merumuskan beberapa progrma unggulan  yang disebut dengan PANCA PROGRAM UNGGULAN.

20180521_091201-1024x1024

PANCA PROGRAM UNGGULAN tersebut meliputi :

– Pembangun Perkampungan Industri Kecil – Menengah yang berorientasi pasar,“One Village One Agro-Industry”     – Program Perumahan FLPP – MBR             – Pengembangan Inovasi Perdagangan E-Commerce dan Marketplace Berbasis
Produk Lokal Bumiputera.                            – Pendirian The ASPRINDO Trading House (ATH) sekaligus sebagai Co- working space bagi perusahaan anggota ASPRINDO.                                                       – Pengembangan Bisnis Minyak, Mineral dan Energi.

AUDIENSI KE TOKOH NASIONAL PERKUAT NILAI PERJUANGAN ASPRINDO

Usai acara Rembuk Nasional ASPRINDO 2018, perwakilan ASPRINDO mengunjungi kediaman H. Soetrisno Bachir yang merupakan Ketua Dewan Penasehat ASPRINDO. Kunjungan tersebut selain memaparkan hasil kegiatan Rembuk Nasional serta Mukernas ASPRINDO juga meminta arahan serta bimbingan dalam hal pengembangan ekonomi kerakyatan yang dapat dijalankan ASPRINDO. Soetrisno Bachir sebagai Ketua Komite Ekonomi dan Industeri Nasional (KEIN) serta sebagai pengusaha Bumiputera yang sukses merupakan sosok tepat untuk meminta Brainstorming (Curahan Gagasan) dan berbagi pengalaman Bisnis dan Wirausaha.

20180521_091132-1024x693

Situasi Ekonomi 2018, Bangkitkan ASPRINDO Perkuat Ekonomi Kerakyatan Beberapa buah pemikiran dan analisis dari Narasumber dan para pengusaha peserta
REMBUKNAS ASPRINDO, dapat digaris bawahi sejumlah catatan intisarinya, yaitu ;
Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi 5 persen sepanjang 2017 yang lalu, Indonesia disebut-sebut bakal menghadapi masa-masa sulit pada tahun 2018 ini. Setidaknya ada dua
hal yang dianggap menghantui situasi ekonomi 2018 – 2019.

Pertama, 2018 adalah tahun politik karena di 17 provinsi dan 153 kota/kabupaten digelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah serentak pada 27 Juni. Situasi politik bakal memanas dan dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan ekonomi. Pada dasarnya tahun politik bisa memberi manfaat positif dan negatif. Manfaat positifnya, ekonomi bisa tumbuh melalui belanja partai politik. Biasanya pemilu menyumbang 0,1 hingga 0,2 persen
pertumbuhan ekonomi. Sedangkan efek negatifnya ada pada sisi investasi. Investor akan wait and see, menunggu keamanan dan risiko yang lain terkait dengan investasi yang ditanam.

Kedua, ada kekhawatiran terjadi siklus krisis 10 tahunan setelah resesi melumpuhkan sebagian besar dunia pada 1998 dan krisis ekonomi 2008. Dunia pada 2018 pun dikhawatirkan akan jatuh pada krisis besar. Penyebab utama krisis 1998 adalah nilai tukar
mata uang, terutama di Asia, yang tidak fleksibel, juga tidak ada sinkronisasi terhadap kurs dan capital inflow (arus modal masuk). Sedangkan penyebab krisis 2008 salah satunya akumulasi dari risiko perkembangan teknologi.

ASPRINDO akan berupaya membangun kekuatan ekonomi kebangsaan dalam memasuki era globalisasi ini. Hal ini sebagai panggilan tanggungjawab kepada bangsa sekaligus berpijak pada kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai Warga Negara Indonesia.
20180521_091109-1024x553
ASPRINDO ingin pertumbuhan ekonomi Indonesia bertumbuh pesat dan dinikmati Bangsa Indonesia sesuai pasal 33 ayat 4 UUD 1945.

ASPRINDO bercita-cita ingin membangun ekonomi sesuai kearifan lokal masing-masing sehingga tiap daerah akan tumbuh sesuai cara hidupnya. Sekarang ini lebih baik membangun ekonomi sesuai kearifan lokal tiap daerah, seperti usaha peternakan di Nusa Tenggara atau Kalimantan diarahkan kembali ke perkebunan. Namun jika terealisasi, hal
yang mutlak dibutuhkan adalah infrastruktur transportasi yang baik sehingga arus komoditas dalam negeri dapat berjalan lancar. Jangan sampai harga distribusi jeruk dari Pontianak ke Jakarta lebih mahal dari harga mengimpor jeruk dari luar negeri.
Selain sebagai wadah untuk memberikan advokasi, training, dan akses pasar kepada para pengusaha bumiputera, ASPRINDO juga merencanakan memberikan modal ventura pada tahun 2019.

20180521_090925-1024x1024

Modal ini dapat digunakan sebagai pendanaan pengusaha bumiputera yang tertarik membangun atau mengembangkan usahanya, terutama bagi sektor industri kreatif dan perikanan, diharapkan melalui modal ventura ini dapat dicetak pengusaha-pengusaha pribumi baru yang profesional dan memiliki semangat nasionalisme seperti visi dan misi
ASPRINDO. (Hefrizal/Monty)

loading...

Balasan