Home Hukum & kriminal BARESKRIM POLRI LIMPAHKAN BERKAS PERKARA PEMBOBOL BANK DBS SINGAPURA KE JAKSA PENUNTUT...

Siarannews – Jakarta – Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Rabu (24/05) Menerima pelimpahan Berkas Perkara Kasus pembobol Bank DBS Singapore atas nama Tersangka Ida Ayu Kartika (IAK) dari Bareskrim Polri yang berkas perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Agung pada hari Kamis tanggal 03 Mei 2018 , Kejaksaan Negeri Jakarta Timur akan segera diteruskan ke Pengadilan guna proses Persidangan.

Tersangka IAY

         Tersangka IAY

Tersangka IAY telah menerima Transfer Dana Tanpa Hak dan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Joko Birowo selaku Penyidik Bareskrim Polri saat ditemui awak Media menyampaikan bahwa ditemukan fakta hukum adanya perbuatan tersangka Ny. IAY Kartika dengan sengaja telah menerima dana tanpa hak pada rekening BCA atas nama PT. Citraayu Samudera Biru pada tanggal 30 Desember 2016 tersebut dari Bank DBS Singapura atas nama pemilik rekening perusahaan Green Palm Capital Corp sebesar USD 100,000.00., setelah dana masuk sebesar USD 100,000.00, dana tersebut ditarik tunai dengan menggunakan cek sebanyak 15 (lima belas) kali di beberapa kantor cabang Bank BCA dan kemudian diserahkan untuk kepentingan jaringan pembobol bank (pihak yang meminjam rekening PT. Citraayu Samudera Biru) dan sebagian dana untuk kepentingan pribadi tersangka. Atas penyidikan yang dilakukan oleh Bareskrim, penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti terkait hasil tindak pidana tersebut antara lain 1 (satu) unit kendaraan Mercy dan uang tunai Rp. 200.000.000,-.

Barang bukti yang disita

Barang bukti yang disita

Hasil penyilidikan membuktikan ada pihak lain yang telah melakukan pengajuan transaksi pada rekening tersebut dengan memalsukan aplikasi transaksi (Telegraphic Transfer Form) dengan menggunakan copy paste tandatangan pemilik rekening. Sementara itu pihak Bank DBS Singapura diduga tidak melakukan prosedur pengecekan (call back) kepada pemilik rekening untuk minta persetujuan menjalankan transaksi tersebut. Dalam proses penyidikan ditemukan beberapa keganjilan terkait Form Telegraphic Tranfer (TT) yang diterima oleh Bank DBS Singapura adalah hasil editing atau Palsu dan diyakini bahwa bukan merupakan produk atau buatan dari Owner, antara lain : adanya perbedaan bentuk dan ukuran huruf cetakan dari Form TT aslinya, adanya penggantian kata / berisi data – data dan menjadi jelas target tujuan penerima dan Form TT palsu tersebut bersumber dari soft copy pdf yang direkayasa.

Akibat kejadian ini pelapor mengalami kerugian materiil sebesar USD 950.000,- atas penerimaan dana tanpa hak di Bank yang berada di Indonesia saja sedangkan total kerugian nasabah keseluruhan sebesar USD. 1,860,000.00,- (termasuk pengiriman dana ke Negara China dan Negara Hongkong).

Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur

     Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur

Tersangka IAY akan kami tahan sesuai sop kami walaupun di bareskrim polri tidak ditahan karena sudah menyita 1 buah mobil mercy dan tersangka sdh menyerahkan uang sebesar Rp.200.000.000,00,- dua ratus juta rupiah dan juga tersangka kooveratif tegas Ahmad Muhlisin selaku kasi Pidum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Ditempat lain Penasehat Hukum tersangka membenarkan kliennya akan ditahan dikarenakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Terkait adanya Tindak Pidana pembobolan dana nasabah di Bank DBS Singapura dengan perkenaan Pasal Tindak Pidana Menerima Transfer Dana Tanpa Hak dan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Pengadilan Jakarta Timur telah menjatuhkan putusan pada hari Senin 30 April 2018, terhadap terdakwa dalam kasus pembobolan terhadap DBS Bank Singapore, Robiatun Sa Diah alias Irawati Kurniawan berdasarkan Putusan pengadilan Jakarta yang dipimpin oleh Wendra Rais, SH, MH sebagai ketua Majelis hakim membacakan putusan terdakwa Robiatun, yang divonis hukuman penjara 11 tahun dan denda sebesar Rp. 1 Milyar atau tambahan kurungan 6 bulan jika tidak dapat membayar, karena telah terbukti melanggar pasal sesuai dengan dakwaan 1, 2 dan 3.

Robiatun adalah kasus pertama yang diputus oleh pengadilan karena “Transfer tanpa hak” dari Bank DBS Singapura ke BRI, senilai US $ 300.000

Jumlah total yang berhasil dibobol atau ditransfer dari DBS Singapore dalam 9x transaksi adalah sebesar US $ 1.860.000. Sejumlah US $ 950.000 ditransfer ke bank-bank di Indonesia, yaitu BRI (Robiatun) BCA (IAY), Mandiri dan Danamon, sisanya dialihkan ke Hongkong dan China. (Mon)

loading...

Balasan