Home News Sinergi Mahasiswa Dalam Sukseskan SDGs

SIARANNEWS – JAKARTA – “Pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SGDs) di Indonesia bukan sekedar komitmen, melainkan menjadi sebuah panduan menuju Indonesia yang lebih baik. Keberhasilan dari pelaksanaan SGDs ini menuntut partisipasi dan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk akademisi, tenaga ahli serta mahasiswa,” demikian ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam Seminar London School of Public Relations (LSPR) “Empowering Suistainable Development Goals in Indonesia”, di Kampus B LSPR Jakarta Senin (09/07).

1aWA0030-341x512

Pelaksanaan SDGs tertuang dalam Pengarusutamaan Agenda 2030 pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Kesetaraan Gender menjadi Goals ke lima (5) yang merupakan integral dari keseluruhan dimensi pembangunan insklusif dan berkelanjutan. Tujuan kesetaraan gender pada SDGs terdiri dari penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemenuhan hak reproduksi, penghargaan atas pekerjaan rumah tangga, partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan, reformasi atas hak kepemilikan tanah dan pemanfaatan teknologi bagi perempuan.

Angka keterwakilan perempuan dalam dunia kerja masih sangat rendah, tidak banyak perempuan yang lulus dari perguruan tinggi lanjut bekerja tetapi justru masuk ke dunia domestik. Hal tersebut terlihat berdasarkan data dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dimana jumlah mahasiswa aktif di tingkat perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi negeri lebih dari 6 juta jiwa dan sekitar 60% adalah perempuan. Namun setelah mereka tamat dari perguruan tinggi dan mencari pekerjaan, 70% yang diterima di dunia kerja didominasi oleh laki-laki dibandingkan perempuan.

1aWA0029-448x338

Untuk itu, Kementerian PPPA mengajak para mahasiswa di perguruan tinggi untuk berpartisipasi dalam menerapkan Kesetaraan Gender dalam Keluarga. Penerapan kesetaraan gender dalam keluarga merupakan strategi penguatan ketahanan keluarga untuk lebih adil dan bijaksana dalam membagi tugas dan fungsi masing-masing anggota keluarga. Penerapan ini diharapkan dapat berdampak positif dalam mensukseskan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“SDGs di Indonesia harus menjadi fokus perhatian seluruh elemen negara, khususnya mahasiswa. Ini juga merupakan yang pertama kalinya sebuah lembaga pendidikan mengangkat tema SDGs dalam seminar yang diberikan kepada mahasiswanya. Saya berharap ini merupakan awalan yang baik dalam menanamkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Menteri Yohana. (Red)

loading...

Balasan