Home Bisnis Pengusaha Bumiputra Asprindo Diminta Garap Mega Proyek Rekonstruksi Dan Peluang Pasar Negara...

SIARANNEWS – JAKARTA – Pengusaha Bumiputra Asprindo diminta membangun mega proyek rehabilitasi dan rekonstruksi negara Irak yang saat ini porak poranda.Asprindo pun menyambut baik tawaran duta besar Irak,akan melihat peluang apa bisa berkontribusi dalam pembangunan Irak.

Kontribusi bisa dilakukan bidang infrastruktur jalan,perumahan,re-bulding,pertanian,education tools”, kata Ketua Umum DPP  Asprindo ‎(Asosiasi Pengusaha Bumiputra Nusantara Indonesia) H.Jose Rizal,MBA kepada wartawan,kamis (‎19/7).

Ket. Foto Doc. Humas Asprindo : Dubes Irak Mr.Abdullah Hasan Salih menerima Pengusaha Bumiputra Asprindo‎ yang dipimpin Ketua Umum DPP Asprindo Jose Rizal di Kedubes Irak Jl.Teuku Umar 38 Jakarta.-

Ket. Foto Doc. Humas Asprindo : Dubes Irak Mr.Abdullah Hasan Salih menerima Pengusaha Bumiputra Asprindo‎ yang dipimpin Ketua Umum DPP Asprindo Jose Rizal di Kedubes Irak Jl.Teuku Umar 38 Jakarta.-

‎Menurut Jose, berbagai sektor sudah dibahas saat bertemu dengan  Dubes Irak Abdullah Hasan Salih  di Kedubes Irak Jl.Teuku Umar 38 Jakarta 19 Juli lalu. CPO juga menjadi prioritas penting karena sejak 2003 pabrik minyak goreng terbesar‎ di Irak telah ditutup padahal kualitas produknya sangat bagus,diminati rakyat Irak.

Asprindo kata Jose,sudah menyampaikan peluang pasar dapat diekspor serta peluang bisnis ke Irak antara lain property,perumahan,rempah-rempah,buah-buahan hasil pertanian dan perkebunan,semen curah,power plant tenaga air,tenaga angin,tenaga solar.

Ket. Foto. Doc. Humas Asprindo : Duta Besar Irak bersama Ketua Umum Asprindo di Jakarta

Ket. Foto. Doc. Humas Asprindo : Duta Besar Irak bersama Ketua Umum Asprindo di Jakarta

Saat ini sedang dibangun‎ Basrah Internasional Airport di Irak dan ini peluang investasi seperti water purifier,solar,electricity supply dan generating housing.

“Bagi pengusaha Asprindo dan Anggotanya yang mau investasi skala besar tentunya‎ bisa menggandeng BUMN atau teknologi pengusaha negara lain ,sebutnya.

Pada dasarnya,Irak sangat terbuka bagi eksportir pengusaha Indonesia untuk trading karena sebelumnya produk-produk Indonesia sangat dikenal rakyat Irak.Namun belakangan produk Indonesia digantikan Malaysia dan China.Ini tantangan sekaligus peluang kita,ujar  Jose.

‎Pasca kejatuhan kelompok militan ISIS di Irak, memang  telah dibentuk Badan Investasi Internasional Irak sebagai “one window” untuk mempermudah jalur investor asing invest ke Irak dan menyelesaikan aspek teknis kerjasama.  Beberapa kementerian, perusahaan besar dan organisasi Indonesia telah melakukan pertemuan dengan Dubes Irak dan sepakat kerjasama investasi namun belum teralisasi.

Dubes Irak‎ ketika bertemu pengusaha Asprindo menyampaikan, cara berfikir masyarakat dan pemerintah Indonesia berbeda dengan masyarakat dan pemerintah China yang lebih berani mengambil risiko (take a risk) sehingga saat ini China menguasai hampir 70 persen ekonomi dan pembangunan di Irak . (Team Humas)

loading...

Balasan