Home Hukum & kriminal Dituntut 14 Bulan , Istri Terdakwa Perkara Penipuan Kasak-Kusuk

Foto Suasana Sidang Pembacaan Tuntutan Terdakwa

SIARANNEWS – JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Utara Mengelar Pesidangan Atas Nama Terdakwa Tubagus Ence Khairul kasus Penipuan dan Pengelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHAP dan Pasal 378 KUHAP.

Setelah memalui proses panjang perkara penipuan dengan terdakwa Tubagus Ence Khairul sampai pada agenda tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dana Mahendra menuntut  terdakwa karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan sbagaimana diatur dalam pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP. JPU menuntut terdakwa selama 14 bulan penjara (24/07/2018) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dihadapan ketua Majelis Hakim Jotje Sampaleng dalam tuntutanya JPU menyatakan “Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memperdaya pihak Energi 7000 dan Lie Kuit Bui,”.

Didalam persidangan terungkap, terdakwa Tubagus Ence Khairul memperdaya korban dengan memberikan bilyet giro dua lembar. Namun saat diuangkan, hanya satu lembar saja giro bilyet tersebut dicairkan pihak bank. Selembar berikutnya ditolak dengan alasan tidak mencukupi uang atau saldonya.

JPU dalam requisitornya, terdakwa mengakui salah satu dari dua giro bilyet yang diserahkannya kepada pihak Energi 7000 dan Lie Kuit Bui. Tetapi salah satu di antaranya ditolak bank dengan alasan saldonya tidak mencukupi. “Terdakwa telah memperdaya saksi korban dengan memberikan gilyet giro kosong,” ujur JPU.

Menanggapi tuntutan JPU Dana Mahendra itu, terdakwa maupun penasihat hukumnya menyatakan tidak bisa menerimanya dengan alasan tuntutan tersebut terlalu berat atau tinggi. Terdakwa berdalih, dirinya tidak pernah melakukan tipu daya baik terhadap Energi 7000 maupun Lie Kuit Bui.

Foto Sign Banner di Pintu Masuk PN Utara

Foto Sign Banner di Pintu Masuk PN Utara

Sementara itu, di tengah ketat-ketatnya pengawasan di PN Jakarta Utara, sebagaimana dalam surat edaran Mahkamah Agung RI No. 03 tahun 2010 yang pada intinya melarang aparat pengadilan menerima tamu pihak yang berperkara masih dalam proses persidangan.

Berbeda dengan pemandangan siang itu usai mendengarkan tuntutan istri terdakwa Tubagus Ence Khairul justru bebas melenggang masuk menuju ruang hakim dan panitera di lantai III PN Jakarta Utara, Selasa (24/7/2018), sebelumnya sibuk bertelepon-telepon ria entah dengan siapa. Ketika ditanya kepada Satpam yang berjaga di pintu elektronik lantai III sekaligus membolehkannya, kepada siapa istri terdakwa itu hendak bertemu, dijawab dengan panitera pengganti.

Namun terhadap istri terdakwa Tubagus Ence Khairul tersebut, Satpam penjaga pintu lantai III yang sebelumnya sangat tegas dan ketat melarang wartawan masuk justru tidak berlaku sebagaimana biasanya. Dia tidak terlebih dulu menyuruh tamu tersebut mengisi buku tamu dan menuliskan siapa yang akan ditemui.

Istri terdakwa Tubagus Ence Khairul langsung dipersilakan saja masuk setelah wanita tersebut berbisi-bisik dengan Satpam itu. (Team)

loading...

Balasan