Home Hukum & kriminal Tak Transparan, Warga Cibubur Village Apartment Inginkan Pengurus Baru

SIARANNEWS – JAKARTA – Keterbukaan Informasi Publik dalam segi apapun sangat dibutuhkan. Apalagi menyangkut hajat hidup masyarakat banyak.

Hal tersebutlah yang mendasari penghuni (warga) Cibubur Village Apartment menyatakan mosi tidak percaya kepada Pengurus Cibubur Village (CVA) Apartment periode tahun 2016-2019 yang dibawah Pimpinan Saifudin Panra.

Akibatnya, sekitar lebih kurang 90 orang penghuni melakukan Rapat Umum Luar Biasa (RULB)pada tanggal 28 Juli 2018 dengan salah satu agendanya memberhentikan Ketua Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) CVA.

” Ini sesuai dengan AD/ART sehingga kita mengadakan RULB. Segala proses untuk melangkah mengadakan RULB sudah kita laksanakan, ” ungkap Koordinator Penghuni CVA, Ernest Meray, saat diminta konfirmasinya melalui sambungan seluler, Minggu (29/07/18).

Foto : Monty/ (ki - ka) Ibu Silvi - Sekertaris, Bpk Bambang Sudibyo - Koordinator, Ernest Meray - Koordinator, Bpk Sunardi - Bimas Polsek Ciracas, Bapak Purwanto - Babinsa Koramil

Foto : Monty/ (ki – ka) Ibu Silvi – Sekertaris, Bpk Bambang Sudibyo – Koordinator, Ernest Meray – Koordinator, Bpk Sunardi – Bimas Polsek Ciracas, Bapak Purwanto – Babinsa Koramil

Ia juga menjelaskan, Warga CVA mengadakan RULB untuk membahas adanya dugaan pelanggaran AD/ART yang dilakukan Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) CVA Periode *2016-2019.

Para pengurus PPPSRS CVA tidak pernah mengadakan Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) dan Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan selama 2 tahun, serta adanya dugaan indikasi penyelewengan pengunaan dana iuran pengelolaan lingkungan (IPL).

“Padahal warga sudah melakukan pertemuan baik secara lisan dan tulisan untuk menuntut mengadakan RUTA dan selalu diabaikan”, katanya.

Lebih lanjut Ernest menjelaskan, bahwa sebelumnya warga CVA sudah mengadakan Aksi Damai (14/7/2018), namun para pengurus PPPSRS tidak ada satu pun yang hadir, padahal saat itu diundang.

” Dalam aksi damai saat itu warga CVA menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan PPPSRS CVA dan Warga CVA akan segara mengadakan RULB,” tambah Ernest.

Akhirnya pada hari Sabtu (28/7/2018) RULB terealisasi. Dimana RULB dihadiri oleh Ketua PPPSRS CVA, Saifudin Panra dan Edy Sugiarto Tampubolon (Pembina)

Sayangnya RULB yang dihadiri oleh warga CVA dan pengurus bersitegang, lantaran RULB ini dianggap hanya pertemuan biasa dan illegal. Padahal dari pihak warga hunian CVA bahwa RULB ini sudah melakukan pemberitahuan kepada aparat yang berwenang mulai dari kepolisian (Polres Jakarta Timur dan Polsek Ciracas), Koramil, Kementrian PUPR, Ketua RT dan RW dan Kelurahan Cibubur.

Walaupun RULB berjalan tegang dan alot, akhirnya RULB ‘berhasil’ memberhentikan pengurus PPPSRS CVA periode 2016-2019. Warga CVA sepakat menunjuk Bambang Sudibyo sebagai Ketua PPPSRS CVA untuk periode 2018-2021.

Namun, kesepakatan itu agak sedikit tertunda karena peserta yang hadir pada RULB tidak mencapai 51% *dari jumlah Anggota PPPSRS CVA,  maka RULB ini akan ditunda maksimal 30 hari ke depan dan paling cepat 7 hari setelah RULB pertama.

” Insya Allah tanggal 11 Agustus kita akan mengadakan RULB yang kedua sekaligus me-notaris-kan dan melaporkan susunan kepengurusan yang baru kepada Pihak Pemerintah dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian PUPR maupun instansi lainnya,” tutup ernest.

Sementara itu, saat berita ini ditayangkan, konfirmasi kepada Ketua PPPARS CVA, Saifudin Panra terkait adanya dugaan indikasi penyelewengan pengunaan dana Iuran Pengelolaan lingkungan (IPL), awak media belum mendapatkan penjelasan dari yang bersangkutan.

loading...

Balasan