Home Bisnis Mukernas III DPP Organda : Sinergi dan Konektitas Transportasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi...

SN Jakarta : Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi ORGANDA periode 2015 – 2020 , ORGANDA sebagai organisasi transportasi yang profesional, mandiri dan modern serta berorientasi kepada kepentingan anggota untuk mendukung peningkatan layanan kepada masyarakat dalam era persaingan bebas.

DPP Organda mengadakan Mukernas  III Organda 2018 sebagai proses reaktualisasi peran ORGANDA sebagai organisasi profesi yang mengayomi kepentingan anggota dalam mengatasi berbagai tantangan dibidang transportasi akibat perkembangan teknologi informasi.

Mukernas yang digelar di Alium Hotel Tangerang mengusung  tema “Sinergi dan Konektifitas Transportasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional”  akan mengutamakan kepentingan anggota dan memperjuangkan aspirasi dalam pemecahan masalah-masalah operasional angkutan jalan. Selain mempererat  komunikasi dan konsolidasi sesama anggota , Mukernas  III diharapkan dapat  mendorong terciptanya layanan angkutan umum yang profesional.

Ketua Umum DPP Organda Andre Djokosoetono menegaskan  DPD dan DPC merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan pemerintah daerah.  Mukernas ini diharapkan dapat menemukan rumusan yang kongkrit demi kesejahteraan anggota Organda.

Dalam kesempatan yang sama Ketum DPP Organda Andre juga menyampaikan  laporan Program Kerja DPP ORGANDA periode satu tahun bulan Juni 2017 sampai dengan bulan Mei 2018 ,  seperti rapat pleno bulanan, rapat pleno diperluas,  kunjungan kerja ke daerah, rapat korwil dan menghadiri rapat – rapat antar instansi, antar asosiasi, FGD dan seminar–seminar, juga kami lakukan pembahasan peraturan Menteri Perhubungan, Peraturan Menteri Dalam Negeri, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum serta Peraturan Pemerintah lainnya.

Masih dalam kesempatan yang sama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan penyelenggaraan angkutan orang, perkembangan dan kemajuan teknologi di bidang transportasi menjadi salah satu tantangan bagi pemerintah  untuk menyelaraskan antara angkutan yang reguler dan angkutan yang berbasis aplikasi online.  Diharapkan PM 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek / dapat menjaga keadaan tetap kondusif serta pelayanan angkutan umum kepada masyarakat tetap terjamin dari sisi keselamatan, keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Dalam PM 108 Tahun 2017 terdapat beberapa hal yang diatur penyelenggaraan angkutan sewa khusus, antara lain wilayah operasi, tarif, jumlah kebutuhan (kuota), pengujian berkala, stiker angkutan sewa khusus, SIM Umum, peran aplikator dan kewajiban aplikator.  Kepada penyelenggara angkutan sewa khusus maupun aplikator penyedia jasa aplikasi. Menhub berpesan agar wajib mematuhi dan melaksanakan / semua ketentuan yang telah diatur tersebut.

Sementara Menhub juga menegaskan soal penyelenggaraan angkutan barang. Pemerintah dihadapkan pada permasalahan pelanggaran dimensi (over dimension) dan  pelanggaran muatan lebih (over loading) atau “ODOL”. Kedua permasalahan tersebut menjadi permasalahan pokok yang sudah menahun  dalam penyelenggaraan angkutan barang di jalan.

“Permasalahan tersebut bukan lagi menjadi permasalahan transportasi semata,  melainkan sudah memiliki dimensi sosial-ekonomi karena terentang mulai dari hulu  (mulai kendaraan barang itu lahir, kawasan-kawasan produksi dan sentra kegiatan yang tersebar dan kurang terstruktur) sampai hilir (muatan lebih, over dimensi, truk-truk berusia tua, muatan balik tidak ada), dan membuat ruas jalan cepat rusak karena tidak sesuainya truk dengan kelas jalan yang dilalui.’ Ungkap Budi Karya yang akrab dipanggil BKS. (Dirawantara)

 

loading...

Balasan