Home Hukum & kriminal Akibat Ulah Anak Buah, Nurbaya Terjebak Permen LHK No 20 Th 2018

SIARANNEWS – JAKARTA – Sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No P20 tahun 2018. Berbagai kelompok masyarakat dari berbagai daerah terus melakukan protes keras.

Pasalnya, peraturan tersebut sangat merugikan Para penangkar dan penghobi burung. Mereka juga mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya untuk mencopot Indra Eksplotasi dari Jabatannya sebagai Direktur KONSERVASI KEHAYATI HUTAN (Direktur KKH) dan mencabut regulasi baru mengenai satwa dilindungi.

1a-burung8

Menurut Ketua Pencinta Burung Berkicau Indonesia, Ahmad Sodiq, bahwa Regulasi yang dibuat pemerintah melalui Direktur KKH, bahwa Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No P20 tahun 2018, sangat merugikan masyarkat yang selama ini melestarikannya.

“Aturan itu menyebutkan ada 919 tumbuhan dan satwa dilindungi, 61 persennya merupakan jenis burung. Adapun burung-burung yang mereka tangkarkan, masuk dalam kategori dilindungi. Jenisnya antara lain cucak rawa, jalak suren dan murai batu,” ungkap Ahmad kepada Wartwan di Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017.

Ahmad menilai Permen tersebut bakal merugikan masyarakat penghiby dan rajin melestarikan keberadaan satwa. Sebab, adanya penangkaran jenis satwa tersebut, terbukti telah menghidupkan perekonomian rakyat kecil.

Dia juga menyebut peraturan itu tidak relevan dengan tujuan perlindungan satwa. Mereka menilai penangkaran burung justru bisa mengembangbiakkan burung-burung langka agar tidak punah.

“Dalam beberapa hari kami sudah mendata, walaupun baru dapat 40 persen. Itu totalnya sudah ada 18 ribu burung jalak suren, 2.726 murai batu, 880 cucak rawa,” ujarnya.

1a-burung0

Ahmad mengatakan, bahwa penangkaran yang ada di masyarakat, lebih cepat mengembangbiakkan burung-burung yang dinilai sulit berkembang itu. Dia yakin populasi burung itu akan semakin bertambah.

“Cucak rawa dan murai batu di alam setahun hanya berkembang sekali dua kali. Di kami bisa sebulan sekali, telurnya empat. Seharusnya perkebunan pemodal yang diawasi, karena mengusir satwa,” tutupnya.

Untuk itu pihaknya meminta segera mencabut regulasi baru mengenai satwa dilindungi dan Mencopot Direktur KKH dan bila hal itu tidak dilakukan, pihaknya akan terys turun ke Jalan dan Mendesak DPR untuk mencopot Menterinya sekalian.

Listio Budi Utomo, mengatakan peraturan tersebut akan memberangkatkan para penangkar dan pecinta burung. Sebab, mereka akan dibebani syarat pengurusan surat izin dan administrasi lainnya.

“Kami juga khawatir kalau peraturan ini dimanfaatkan oknum di bawah. Nanti kami ditakut-takuti, ditekan, dicari kesalahan kami, sehingga harus bayar pajak dan biayanya tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, Direktur KKH telah membatasi Hoby Presiden Joko Widodo yang suka burung berkicau yang sering membuat lomba burung di istana. Bahkan sering hadiri menteri LHK, kegiatan tersebut untuk mengakomodir ekonomi rakyat kecil

“Beliau telah menjebak bu menteri dengan memasukan berbagai burung berkicau yang jumlahnya mencapai ratusan jenis, sehingga atas dasar itu, beliau sudah tidak bisa menganalisa lagi jenis jenis burung yg pernah di lombakan di istana,” pungkasnya. (***)

loading...

Balasan