Home Daerah Dirut PTPN IV Meresmikan Taman Camellia Sinensis

SN Sumut : Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-73, seusai upacara bendera dan pemberian penghargaan jubilaris kepada karyawan, Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni berkesempatan meresmikan taman di Kantor Direksi PTPN IV Jl. Letjen Soeprato No. 2 Medan, Jum’at (17/8/2018).

Disebutkan Siwi Peni bahwa PTPN IV menghasilkan dua komoditi yaitu crude palm oil (CPO) dan teh hitam, dengan luas kebun teh hanya 3% dari keseluruhan luas kebun PTPN IV.

Sering kita mendengar dari masyarakat, rasa teh PTPN IV sangat luar biasa dan membuat penikmat teh enggan menikmati teh selain teh dari PTPN IV.

Di bagian lain Siwi Peni menyebutkan Teh Tobasari, Sidamanik dan Bah Butong merupakan heritage bagi Provinsi Sumatera Utara dan kita pantas untuk bangga karena PTPN IV selain memiliki heritage berupa kebun teh juga gedung Kantor Direksi PTPN IV.

IMG-20180817-WA0381Dalam sejarahnya Siwi Peni mengkisahkan bahwa gedung Kantor Direksi PTPN IV merupakan salah satu bangunan tua di kota Medan, yang pada awalnya bangunan milik perusahaan perkebunan “Handels Vereniging Amsterdam” (HVA), yang dibangun pada tahun 1919 oleh arsitek Hulswit – Fermont – Cuypers.

Lebih jauh Siwi Peni mengatakan setelah kemerdekaan Republik Indonesia bangunan bersejarah ini pernah difungsikan sebagai Kantor Kowilhan Sumatera Bagian Utara, selanjutnya sebagai markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Dengan proses yang panjang akhirnya pada bulan Oktober 2005 secara resmi difungsikan kembali menjadi Kantor Direksi PTPN IV, tepatnya di Jl. Letjen Soeprapto No. 2 Medan, terletak di Kelurahan Hamdan Kecamatan Medan Maimun. Sampai saat ini bangunan masih dalam kondisi baik dan terawat yang sudah teregister sebagai Benda Cagar Budaya yang dilindungi di kota Medan.

Di PTPN IV sendiri menurut Siwi Peni awalnya memiliki luasan tanaman teh sekitar 8.373 hektare dan merupakan produsen jenis teh hitam terbesar kedua setelah Jawa Barat. Ada enam kebun teh yang dibuka sejak masa kolonial Hindia Belanda dan sekarang tinggal tiga. Kebun Bah Butong merupakan kebun teh tertua di antara ketiga kebun, yang dibuka pertama kali oleh Nederland Handel Maatschappij pada 1917. Namun, pabrik teh di Kebun Bah Butong baru dibangun pada 1927 dan beroperasi mulai 1931. Pabrik tertua justru didirikan di Kebun Sidamanik, yakni pada 1926. Hanya saja Kebun Sidamanik baru dibuka pada 1924 oleh Handles Vereniging Amsterdam.

Baik gedung maupun komoditi teh sama-sama memiliki nilai heritage maka taman yang indah di tengah-tengah gedung Kantor Direksi PTPN IV diresmikan namanya menjadi Taman “Camellia Sinensis” dan ada tanaman teh di sebelah kanan dan kiri dari pilar gedung.

Acara peresmian taman Camellia Sinensis ditandai dengan pengguntingan pita dan pelepasan burung merpati oleh seluruh Direksi, Ketua dan Wakil Ketua Ikatan Keluarga Besar Isteri (IKBI) dan Pemangku Jabatan Puncak.

Hadir dalam acara selain Siwi Peni dan suami, juga Direktur Komersil Umar Affandi, Direktur Operasional Rediman Silalahi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Rizal H. Damanik, Ketua IKBI Yubaidah serta Wakil Ketua Gusti Koni Pakpahan dan Fitrina Pamari, Kepala Bagian, Project Manajer, Kasubag, Staf Subag, Karyawan serta Karyawati Kantor Direksi. (Hum/red)

loading...

Balasan