Home Ekonomi Dorong Keadilan Pangan Masyarakat, FOI Kampanyekan Indonesia Merdeka 100%

Foto : Monty/ FOI saat deklarasi di depan Kantor Pusat Jakarta

SIARANNEWS – JAKARTA – Proklamator kemerdekaan RI, Ir. Soekarno dalam pidatonya pada saat Peletakan Batu Pertama IPB tahun 1952 mengungkapkan bahwa pangan adalah soal hidup matinya bangsa. Akses pada pangan adalah hak dasar setiap warga Negara yang merdeka. Di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-73 ini, masih banyak terjadi kelaparan. Menurut Global Hunger Index (GHI) 2017 sebanyak 19 juta penduduk Indonesia mengalami kelaparan dan sekitar 40% terjadi kelaparan di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka, karena keadilan pangan belum menyentuh seluruh warga Indonesia. Foodbank of Indonesia (FOI), lembaga masyarakat kemanusiaan yang misinya membuka akses pangan, hari ini melakukan pembacaan Deklarasi Menuju Indonesia Merdeka 100% yang diikuti oleh donatur, koordinator relawan wilayah Jabodetabek di Kantor Pusat FOI, Jakarta pada hari Kamis (16/08). Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak semua elemen membuka akses pangan bagi fakir miskin, kaum lansia, mereka yang sakit dan anak-anak terlantar.

Setiap warga negara berhak mendapatkan akses pangan yang layak sebagaimana yang tertera dalam Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945. Akan tetapi, masih ada masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses pangan dengan baik. Permasalahan kelaparan yang terjadi di Indonesia memasuki skala yang cukup serius.

Dalam mengatasi permasalahan keadilamn pangan dan kelaparan di Indonesia perlu kerja sama semua warga. Hendro Utomo, pendiri FOI, mengungkapkan bahwapersoalan kelaparan di Indonesia menjadi masalah besar bangsa ini. “Kita menyadari bahwa kelaparan, kurang gizi dan keadilan pangan adalah permasalahan besar di negara ini. Untuk itu, kita perlu bahu membahu dalam menangani permasalahan ini, dengan menyalurkan bantuan berupa makanan berlebih dari bapak dan ibu atau perusahaan kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

FOI yang telah berdiri sejak tiga tahun lalu, telah membantu lansia, kaum dhuafa dan fakir miskin untuk mendapatkan akses pangan yang baik melalui program Pos Pangan yang rutin dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis. Selain itu, FOI juga memberikan makanan tambahan untuk siswa PAUD dan SD yang dikemas dalam program Mentari Bangsaku yang bertujuan untuk membantu persoalan gizi pada anak.

Foto : Monty/ Hendro FOI

Foto : Monty/ Hendro FOI

Hendro menyampaikan bahwa FOI tidak hanya mendistribusikan makanan untuk penerima manfaat yang didapatkan dari bantuan donatur-donatur. FOI berupaya untuk menumbuhkan masyarakat yang berdaya dan mandiri akan pangan. Melalui Kampanye Menuju Indonesia Merdeka 100%, untuk mencapai kemerdekaan sejati.

“Kita belum 100% merdeka. Perjuangan belum selesai. Masih banyak anak-anak dan lansia kelaparan di sekitar kita. Kita harus bergerak untuk mencapai kemerdekaan 100%. Kemerdekaan yang sejati,” lanjut Hendro.

FOI terus mendorong gerakan positif untuk membuka berbagai potensi akses pangan bagi orang-orang yang membutuhkan. Dengan mengajak seluruh warga untuk ikut gerakan Indonesia Merdeka 100%, yang dimulai dengan mencari orang di sekitar kita yang mungkin belum memiliki akses pada pangan.

Gerakan merdeka 100% terdiri dari :
1. Membantu kesejahteraan kehidupan petani, nelayan lokal dan UKM pangan agar tetap ada kegiatan produksi makanan untuk kita
2. Memberi makan fakir miskin dan anak-anak yang telantar di sekitar kita. Mulai dari yang terdekat.
3. Makan dengan bijaksana, ambil makanan secukupnya dan menghabiskan makanan yang sudah diambil.
4. Meramaikan hastagh Merdeka 100%
5. Meramaikan aksi “1000 untuk Merdeka”, dengan mengumpulka uanga 1000 rupiah dari sekeliling kita dan memberikan dalam wujud makanan bagi mereka yang membutuhkan.

Selain pembacaan Deklarasi, dilakukan juga pembagian makanan tambahan untuk siswa-siswi SD yang merupakan bagian dari program FOI dalam mengatasi persoalan gizi pada anak-anak. (Monty)

loading...

Balasan