Home Politik Yenny Wahid : Rekam Jejak Muhaimin di Kasus Kardus Durian  

SIARANNEWS – JAKARTA  – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Ketum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar dikenal dengan istilah kardus durian. Kasus itu bergulir ketika Cak Imin sebutan Muhaimin masih menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans).

Kasus ini terbongkar saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan, Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Ditjen P2KT) bernama I Nyoman Suisnaya, Kabag Program Evaluasi di Ditjen P2KT Dadong Irbarelawan dan seorang kuasa direksi PT Alam Jaya Papua bernama Dharnawati, pada 2011 lalu. Ketiganya ditangkap di kantor Kementerian Transmigrasi.

‎Saat penangkapan, KPK menyita uang Rp 1,5 miliar dalam kardus durian. Uang sebesar Rp 1,5 miliar tersebut diberikan Dharnawati untuk memuluskan perusahaan memenangi tender proyek infrastruktur di empat kabupaten di Papua. Nilai proyek yang digarap Dharnawati mencapai Rp 73 miliar dari total nilai proyek Rp 500 miliar untuk 19 kabupaten di seluruh Indonesia.

Dharnawati kepada KPK mengatakan bahwa fee sebesar Rp 1,5 miliar yang ia setor rencananya akan diberikan untuk Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar.

Saat itu, Muhaimin Iskandar berkali-kali menampik tudingan tersebut. “Nama saya dicatut,” kata dia. Ia menyatakan pembahasan tentang anggaran dan tender juga dilakukan di daerah. “Semua itu jauh dari saya,” kata Muhaimin.

Sebelumnya pada awal Agustus lalu, putri Gus Dur, Yenny Wahid menilai jalan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar menjadi calon wakil presiden akan sangat berat. Yenny bertutur, Cak Imin  sulit mendampingi Jokowi lantaran pernah terkait masalah hukum.

“Cak Imin kita lihat kalau kita membaca media, track recordnya, rekam jejaknya punya beban masa lalu. Tentu akan berat untuk maju ke depan kalau masih punya beban masa lalu pernah tersangkut masalah hukum,” kata Yenny. (Hendry)‎

loading...

Balasan