Home Politik Prabowo – Sandiaga‎ dan Peluang Besar Meraih Suara NU

SIARANNEWS – JAKARTA – Duet pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai memiliki peluang besar untuk mendapatkan suara dari warga nahdliyin pada perhelatan pesta demokrasi pilpres 2019 mendatang.‎

Adapun peluang besar tersebut didapat karena di picu pada kekecewaan terhadap capres petahana Jokowi terkait perlakuan terhadap Mahfud MD serta seruan keluarga Gus Dur agar organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tetap netral.

Direktur Eksekutif Riset Indonesia Toto Sugiarto mengungkapkan, kisah Mahfud MD yang batal dipilih sebagai cawapres pada detik terakhir deklarasi pejawat amat mengena di tengah masyarakat. Kendati Mahfud tidak memiliki jaringan hingga ke akar rumput nahdliyin, hal tersebut tetap akan berpengaruh. “Mereka yang kecewa (kepada Jokowi) itu tentu bisa beralih ke Prabowo,” kata Toto, Senin (20/8/2018).

Di sisi lain, masyarakat Indonesia punya pengalaman lebih dari lima kali menghadapi pilpres dan pilkada. Karena itu, masyarakat luas sudah cukup terdidik dalam hal kepemilihan dan mampu mempertimbangkan pemimpin secara rasional. Artinya, tak sekadar melihar latar belakang organisasi paslon.

Sebelumnya, Yenny Wahid, putri keempat Gus Dur, menegaskan bahwa NU secara organisasi tidak boleh berpolitik praktis. Namun, warga NU diperbolehkan memilih sikap politik secara individual dan tidak ada paksaan sama sekali untuk memilih salah satu paslon. Yenny menyebut, NU tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana.

Sedangkan, para Gusdurian pun bukan organisasi politik. Gusdurian akan memilih pemimpin berdasarkan proses aqli dan naqli. Dua proses itu yang akan digunakan secara rasional untuk menilai sepak terjang kedua paslon. Menanggapi itu, Toto mengatakan, pernyataan Yenny sedikit-banyak memiliki pengaruh terhadap nahdliyin dalam menentukan pilihan. “Itu berpengaruh apakah mereka tetap dengan garis tradisional memilih Jokowi-Ma’ruf atau mungkin ke yang lain,” ucap dia.‎ (hendry)

loading...

Balasan