Home Opini “PENANGGULANGAN” GEMPA LOMBOK-BALI-JAWA TIMUR HARUS CEPAT, TEPAT DAN PRIORITAS, BUKAN KARENA STATUS

Foto Penulis : Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min
(Guru Besar Universitas Pelita Harapan)

SIARANNEWS – JAKARTA – Pasca Gempa susulan di Lombok 19 Agustus 2018 sebesar 7 SR, kembali terjadi Gempa Tektonik pada hari Kamis 23 Agustus 2018. Data dari rekan-rekan BMKG menyatakan wilayah Samudera Hindia Selatan Bali pada hari Kamis 23 Agustus 2018 jm 05.48.38 wib diguncang Gempa sebesar 5,4 SR yang kemudian dimutakhirkan 5,1 SR. Dalam diskusi LIVE dengan pihak BMKG di salah satu Stasiun TV Swasta di Jakarta 20 Agustus 2018 lalu, telah dikaji untuk jalur Lombok-Bali-Jawa Timur adalah jalur yang selama ini minim bahkan belum terlewati arus patahan gempa, sehingga tidak heran jika sejak 5 Agustus 2018 yang lalu, kemudian beruntun menyusul beberapa gempa di Lombok sampai tanggal 19 Agustus 2018 yang lalu sebesar 7 SR, dan terus terjadi gempa berulang tanpa henti.

Pada hari Kamis 23 Agustus 2018, gempa di Bali terjadi menyusul pasca gempa Lombok 19 Agustus yang lalu.

Mencermati kondisi di atas, jelas tentang hal gempa, adalah kejadian yang tidak mampu diprediksi manusia (Act of GOD). Namun karena Sang Pencipta mengasihi kita semua, maka kita diberikan hikmat untuk memikirkan tentang bagaimana “Menanggulangi Bencana yang terjadi saat ini”.

POTRET PERMASALAHAN
Kita sama-sama sudah mempelajari perilaku gempa yang terjadi. Walaupun BMKG sudah menyatakan gempa tidak dapat dicegah dan diprediksi kapan waktunya berakhir, namun saya boleh menyampaikan bahwa “perilaku gempa” dapat dipelajari. Hal ini menuntut adanya “Penanggulangan Yang Cepat, Tepat dan Prioritas”. Permasalahan kajian ini adalah: Apa program “penanggulangan” dalam merespon bencana yang terjadi?”.

PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA
Dalam rangka Penanggulangan Bencana, kita cermati beberapa hal penting:
a. Berdasarkan
Undang-Undang
tentang
Penanggulangan
Bencana, Bencana
adalah peristiwa atau
rangkaian peristiwa
yang mengancam dan
mengganggu
kehidupan dan
penghidupan
masyarakat yang
disebabkan, baik oleh
faktor alam dan/atau
faktor non alam
maupun faktor
manusia sehingga
mengakibatkan
timbulnya korban jiwa
manusia, kerusakan
lingkungan, kerugian
harta benda, dan
dampak psikologis.
b. Prinsip dasar
Penanggulangan
Bencana adalah: :
“cepat, tepat dan
prioritas:.
c. Penanggung jawab
Penyelenggaraan
Penanggulangan
Bencana adalah
Pemerintah dan
Pemerintah Daerah.
d. Prinsip Manajemen
Penanggulangan
Bencana:
1. Manajemen
Penanggulangan
Bencana di tingkat
Pusat
2. Manajemen
Penanggulangan
Bencana di tingkat
Daerah
3. Tugas & Program:
* Pra Bencana
* Saat Tanggap
Darurat
* Pasca Bencana
– rehabilitasi
– rekonstruksi

PENANGGULANGAN vs STATUS KEBENCANAAN
Indonesia memerlukan penanggulangan bencana yang cepat, tepat dan prioritas dibandingkan status kebencanaan. Beberapa hari terakhir hangat diperdebatkan tentang hal status kebencanaan yang terjadi di Lombok untuk diangkat menjadi status Bencana Nasional. Perihal untuk penetapan suatu bencana sebagai Bencana Nasional telah ditetapkan dalam UU. Sepenuhnya untuk penetapan Bencana Nasional diatur dalam Peraturan Presiden. Untuk itu, oleh karena Presiden sebagai Kepala Negara, dipastikan sebagai pihak yang menentukan status kebencanaan. Sehubungan dengan hal ini, Presiden akan dibantu penuh mulai Gubernur sebagai Kepala Daerah yang berperan pihak penanggung jawab awal di daerah, BNPB, Kementerian terkait, BPBD, BMKG. Jika diperlukan, Presiden akan menerbitkan PP untuk menata dampak kondisi gempa yang terjadi. Sehubungan dengan hal ini Presiden juga akan lebih dulu memastikan kemampuan penanggulangan bencana di Pemda, lalu memastikan juga kemampuan penanggulangan bencana di Pusat. Presiden juga akan melakukan
“Koordinasi yang terintegrasi” BMKG-BNPB-Presiden-Menteri-Gubernur-Bupati/Walikota, Mencermati respon cepat dan bertanggung jawab Pemerintah, kita berikan apresiasi kepada Pemerintah yang cepat, tepat serta memprioritaskan penanggulangan bencana.
Siap siaga terus, tetap tanggap, cepat dan tepat merespon, prioritaskan keselamatan. (Red)

loading...

Balasan