Home Politik LIPI Kritik Keras Lembaga Survei Yang Menyesatkan

SIARANNEWS –  JAKARTA – Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menyesalkan lembaga survei (LSI) Denny JA yang menyesatkan masyarakat terhadap survei Capres – cawapres untuk Pilpres 2019.

“Prinsipnya kami di LIPI itu kan boleh salah, tapi tidak boleh bohong. Kita meminta lembaga survei juga seperti itu, analisisinya atau mungkin margin of error-nya ternyata salah, tapi tidak boleh bohong,” sindir Zuhro di Jakarta melalui rilisnya yang diterima media ini, Senin (27/8/2018).‎

Zuhro pun mempertanyakan hasil survei Indikator (LSI) Denny JA E‎lektabilitas Jokowi-Ma’ruf 52,2% dan Prabowo-Sandiaga 29,5%.
Termasuk soal ketaatan beribadah.

Hasil Elektabilitas dan masalah Ibadah, disebutnya tidak nyambung dengan realitas yang ada di masyarakat.
Hasil survei tersebut kata Siti Zuhro harus dipertanggung jawabkan langsung oleh lembaga survei yang bersangkutan.

Kita masih ingat survei Denny JA (LSI)

1. Pilgub Jakarta 2017, Anies-Sandiaga Uno akan tersingkir di putaran pertama. Ternyata terpilih sebagai gubernur.
2. Pilgub Jawa Barat 2018, eletabilitas Sudrajat-Syaikhu 8,2 persen ternyata hasilnya  28,74 persen.

“Terbukti hasil survey LSI ini menggiring opini publik dan menjadi kebohongan bagi masyarakat”, tegas Wiwieq panggilan akrab Siti Zuhro.‎

“Sekarang survey elektabilitas capres dan cawapres 2019 yang dimenangkan Jokowi-Ma’ruf , apakah LSI tidak akan membuat kesalahan kembali dengan membohongi masyarakat Indonesia?”, bebernya.‎

“Apapun yang disampaikan kepada publik harus memiliki public accountability. Ini sistem demokrasi, jadi tidak boleh kesewenang-wenangan dari lembaga survei untuk mengibuli atau melakukan kebohongan publik kepada masyarakat,” jelasnya dengan ketus.

Bagi Zuhro, akan sangat paradoks jika dalam sebuah era keterbukaan saat ini, terdapat lembaga survei yang justru memanipulasi fakta dan realitas yang terjadi di tengah masyarakat.

“Ini bukan eranya pembodohan, ini eranya untuk bagaimana kita mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat,” sindirnya

Siti Zuhro bahkan menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap lembaga survei pesanan yang akan memberikan informasi sesat menjelang pemilihan presiden 2019. (Beb)‎

loading...

Balasan