Home Hukum & kriminal Hakim PN Medan yang Memvonis Meiliana di Cokok KPK

SIARANNEWS  JAKARTA  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap delapan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Medan Sumatera Utara. Sebanyak empat orang diantaranya adalah hakim.

Adapun keempat hakim yang tercokok lembaga pemburu koruptor tersebut, yakni Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan, Marsuddin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim Sontan Merauke Sinaga dan hakim adhoc, Merry Purba.

“Dari 8 orang tersebut, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera dan pihak lain. Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan di markas KPK Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Hakim bernama Wahyu Prasetyo Wibowo diketahui merupakan Ketua Majelis Hakim yang memvonis Meiliana 18 bulan pidana penjara hanya karena  mengeluhkan kerasnya suara azan. Sayangnya keluhan Meiliana diduga sudah diprovokasi dan menyebutkan bahwa Meiliana melarang suara azan, hingga terjadinya pengrusakan rumahnya serta sejumlah Vihara di Tanjungbalai, Sumut sesaat lalu.

Juru bicara Mahkamah Agung (MA), Suhadi pun mengamini hal itu. “Iya benar, saya dapat informasi hakim di sana. Iya (Wahyu Prasetyo Wibowo yang ditangkap),” terang Suhadi.

Ramai diberitakan, Meiliana dijatuhi vonis 18 bulan penjara oleh Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo di PN Medan, selasa (21/08/18) lalu. Putusan yang dianggap menyesatkan dan disesalkan oleh berbagai pihak.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pun turut berkomentar dan menyesalkan putusan itu. Menurut dia, putusan itu justru berbanding terbalik dengan apa yang dialami Meiliana. Di mana rumahnya dirusak oleh massa yang anarkis akibat  terprovokasi oleh informasi menyesatkan.‎ (Beby Hendry)

loading...

Balasan