Home Bisnis Gathering IMA DKI Jakarta : Menjajal “Advocacy Customer” di Ruang Kompetisi, Masihkah...

Foto : IMA DKI Gathering di Hari Pelanggan Nasional Rabu (06/09)  di Gedung PPM Management, Menteng, Jakarta Pusat  (dokument siarannews.com)

SIARANNEWS – JAKARTA – Organisasi pemasar yang tergabung dalam Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter DKI Jakarta kembali menyamakan persepsi melalui gathering yang digelar Rabu (06/09) di Gedung PPM Management, Menteng, Jakarta Pusat.

Sudah menjadi agenda rutin, organisasi profesional ini melakukan update dan sharing knowledge setiap tiga bulan. Untuk menyemarakkan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap tanggal 4 September, maka tema kali ini mengangkat topik menarik yang berhubungan dengan cara memenangkan kompetisi dan merebut simpati pelanggan, “Advocacy Marketing as a Winning Strategy”.

Panitia menghadirkan pemateri dari kalangan praktisi profesional dan akademisi berkompeten. Antonius Taufan selaku CEO TADA Engagement Platform mewakili praktisi dan Dr. Widyarso Roswinanto selaku dosen di PPM Management mewakili akademisi.

1a-aimg5

Dalam pemaparannya, Antonius mengatakan retensi yang dilakukan perusahaan pada 5% pelanggan eksisting akan berbanding lurus pada peningkatan 25% hingga 95% profit. Pelanggan yang happy berpotensi melakukan repeat order bahkan menjadi corong ke calon pelanggan baru.

“Kita memasuki era baru akuisisi pelanggan. Bukan lagi semata ditentukan oleh seberapa kuat brand itu di pasar tetapi seberapa kuat lahirnya rekomendasi pelanggan dari mereka yang telah merasakan layanan sebelumnya,” ujarnya.

Seiring perkembangan digital, saat ini terdapat dua kubu penting yang lazim kita dengar : influencer dan advocates. “Influencer hadir dari kalangan blogger, speaker, expert, dan analis yang berpotensi menghadirkan pengaruh kepada pihak lain. Sementara Advocates dari kalangan individual yang lahir secara alami memberikan rekomendasi kepada pihak lain karena telah merasakan emotional bonding yang kuat dari layanan yang pernah ia terima,” lanjutnya.

Tidak kalah menarik, Widyarso Roswinanto memaparkan bahwa di kompetisi ketat seperti saat ini, pelaku pasar perlu memperkuat consumer values mereka. “Ada tiga sisi value yang perlu diciptakan, yaitu Value for Choice, Value for Involvement, dan Value for Knowledge”.

Ketiga value tersebut jika berhasil ditanamkan pada diri pelanggan, akan melahirkan rekomendasi. Kita perlu memastikan bahwa pelanggan tidak salah memilih produk dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Foto : foto bersama IMA DKI Gathering di Hari Pelanggan Nasional Rabu (06/09)  di Gedung PPM Management, Menteng, Jakarta Pusat  (dokument siarannews.com)

Foto : foto bersama IMA DKI Gathering di Hari Pelanggan Nasional Rabu (06/09)  di Gedung PPM Management, Menteng, Jakarta Pusat  (dokument siarannews.com)

Hadir sebanyak 70-an audiens dari kalangan profesional, seperti IMA (Indonesia Marketing Association), AMA (Assosiasi Manajemen Indonesia), Komunitas Coach, Entrepreneur, Mahasiswa, dan banyak lagi.

“Kami berusaha menghadirkan update dan sharing knowledge terbaru agar perkembangan zaman tidak melompati level keilmuan kita,” ungkap Albert Surya Wanasida, ketua panitia.

Sebagai rangkaian kegiatan, gathering ini juga mewisuda sejumlah alumni CPM (Certified Professional Marketer) Asia. CPM (Asia) adalah pengakuan tertinggi yang diberikan kepada para professional pemasar yang telah mencapai tingkat kompetensi yang diakui terhadap pemahaman pemasaran di kawasan Asia, baik secara akademis maupun praktis.

CPM (Asia) adalah status yang diberikan oleh Asia Marketing Federation (AMF). Pemberian sertifikasi ini menunjukkan tingkat profesionalitas berdasarkan kompetensi dan pencapaian standar yang tinggi terhadap profesi pemasaran di Asia.(red)

loading...

Balasan