Home Bisnis MOU antara PGO OK OCE dengan INDONESIA DIASPORA

Foto : Monty// penandatanganan MOU, Coach Farhan (PGO OK OC) dengan Ira Damayanti (VP Indonesia Diaspora), Gedung Mal Pelayanan Publik Prov.DKI Jakarta, Kamis (13/09/2018)

PGO – ID SEED, Dalam peningkatan Kapasitas dan Pengembangan Pasar Ekspor produk UKM/IKM ke Seluruh Dunia

SIARANNEWS JAKARTA – Setelah sukses dalam gerakan OK OCE dengan program 7 Langkah PAS (Pasti Sukses), yaitu sebagai penumbuhan usaha dan enterpreneur, Perkumpulan Gerakan OK OCE atau disingkat dengan PGO melangkah lagi dengan program ekspor produk UKM-IKM Nasional, bersama dengan Perkumpulan Indonesia Diaspora Pemberdayaan dan Pengembangan Ekspor Usaha Industri Kecil Menengah (ID SEED).

Foto : Monty// Foto bersama setelah penandatanganan MOU

Foto : Monty// Foto bersama setelah penandatanganan MOU

Coach Faran yang selama ini dikenal secara resmi memiliki program OK OCE mendorong percepatan UKM-IKM Indonesia yang siap, mau dan sudah ekspor ke berbagai benua dan negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Asia dan Australia. “Penumbuhan dan pengembangan usaha dan pengusaha sudah saatnya ditingkatkan untuk menuju pasar global” ujar Coach Faran. “Pasar global sangat terbuka dan membutuhkan produk-produk dari Indonesia, sekaligus mengangkat daya saing UKM-IKM dengan peningkatan kapasitas, kualitas serta standarisasi produk sesuai pasar global.” tambahnya.

ID-SEED (Indonesian Diaspora SME-SMI Export Empowerment Development), atau Perkumpulan Indonesia Diaspora Pemberdayaan dan Pengembangan Ekspor Usaha Industri Kecil Menengah, diinisiasi oleh task force (satuan tugas) Pemberdayaan UKM-IKM Ekspor di Indonesia Diaspora Global Summit pada Agustus 2017 di Jakarta. Platform yang diusung oleh ID SEED adalah sinergi dalam Peningkatan Keterampilan Dan Pemahaman Pelaku Usaha serta Standar Kualitas Produk Usaha Industri Kecil Menengah untuk Penetrasi Pasar Luar Negeri.

Kegiatan MOU ini sebagai langkah strategis dalam memberikan informasi bagaimana melakukan ekspor, banyak yang belum memahami dan mendapatkan informasi yang jelas. “Untuk ekspor sebenarnya tidak rumit, namun memang perlu proses. Untuk itulah perlunya pembekalan dan pendampingan bagi UKM-IKM yang memiliki produk berpotensi atau baru memulai ekspor.” ungkap Ira Damayanti selaku Ketua Umum ID-SEED. “Produk UKM/IKM Indonesia banyak yang bagus dan mampu bersaing di pasar global, namun belum banyak yang mengerti bagaimana menembus pasar ekspor. Hal itu disebabkan oleh kurangnya informasi dan pengetahuan tentang tata cara ekspor serta regulasi ekspor baik di Indonesia dan negara tujuan ekspor.” tambahnya.

Foto : Monty// saat konfersi pers

Foto : Monty// saat konfersi pers

Penandatanganan MOU dilakukan pada hari Kamis 13 September 2018, bertempat di markas PG OK OCE di lantai 12 Gedung Mall Pelayanan Publik Jakarta. Pada kegiatan ini, hadir juga Diaspora Indonesia yang berasal dari Jepang, Belgia, Amerika Serikat, dan Inggris didampingi oleh jajaran PG OK OCE Global Enterpreneur Network. “Produk-produk UKM-IKM Indonesia mesti dilakukan pembinaan dan pemberdayaan yang tepat, agar dapat bersaing di pasar Internasional. Ekspor tidak hanya produk saja namun harus memenuhi peraturan baik di Indonesia maupun negara tujuan, perlu diperhatikan juga proses produksi, kualitas produk, kontinuitas produk dan penampilan produk (packaging) .” ujar Sandi Uno yang sangat mendukung Gerakan OK OCE.

MOU ini akan ditindak lanjuti dengan pembentukan Rumah Dagang (Trading House) OK OCE Global serta Pusat Informasi dan Peningkatan kapasitas pelaku dan produk UKM-IKM Ekspor Nasional. (Fettel)

loading...

Balasan