Home Hukum & kriminal Tukang Pembuat Talud Lakukan Pencabulan Anak SMP

SN Ternate-Sungguh malang nasib gadis berinisial M (15) yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama(SMP) di Kota Ternate ini mendapat perlakuan tidak senonoh atau asusila oleh orang terdekatnya berinisial SI (41) pembuat Talud di Kayu Merah asal Tidore yang dilakukan di rumah orang tua M di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Provinsi Maluku Utara(Malut).Hal ini di benarkan oleh Kapolsek Ternate Selatan AKP Catur Erwin Setiawan saat di temui oleh awak media di kantornya.(11/09/18)

Kapolsek mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan terkait dengan kasus perbuatan tidak senonoh atau asusila terhadap anak di bawa umur yang di lakukan oleh orang dekatnya sendiri.

“Berdasarkan pengakuan korban M,dirinya saat itu sedang tidur di kamarnya ,tiba – tiba SI masuk kamar dan melihat korban yang sedang tidur dengan posisi terlentang lalu dengan nafsunya langsung memegang payudara serta kemaluan korban sehingga korban terbangun,karena panik pelaku lalu mengiming -imingi uang sebanyak 300 ribu rupiah,”ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaku hendak keluar kamar namun pelaku berpapasan dengan ibu korban yang bernama Mariam Hasan(49) yang melihat langsung pelaku masuk ke kamar anaknya.

” Merasa ketahuan dan tidak hilang akal, pelaku berusaha untuk mengalihkan perhatian dengan menyuruh ibu korban membeli kopi namun merasa curiga dan mendengar tangisan dari anaknya serta mendengarkan pengakuan anaknya,ibunya marah dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Ternate Selatan untuk di proses sesuai prosedur yang berlaku,”jelas Catur.

Catur juga menerangkan bahwa pihaknya segera mengamankan pelaku untuk di mintai keterang lebih lanjut.

“Pelaku dan korban saat ini masih dalam proses pemeriksaan ,jika benar terbukti bersalah pelaku atas perbuatannya yaitu mencabuli anak di bawah umur maka akan di kenakan pasal 82 ayat 1 Undang – undang No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dengan denda sebesar 5 milyar,” terangnya.(AM)

loading...

Balasan