Home Politik Ini Alasan Ketum PP Pemuda Muhamadiyah Pilih Prabowo – Sandi‎

SIARANNEWS JAKARTA – Upaya lobi kedua kubu capres – cawapres yang bakal bersaing diperhelatan pemilihan presiden 2019 untuk mengambil hati dan simpati berbagai tokoh yang dianggap mumpuni untuk mendulang suara guna meraih kemenangan di pilpres mendatang kian seru untuk diikuti.

Terbaru, kubu pasangan capres -cawapres Prabowo – Sandiaga Uno berhasil menggaet Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak masuk ke dalam timses Koalisi Adil Makmur.‎ Koalisi Adil Makmur merupakan nama koalisi pasangan Prabowo – Sandiaga.

Saat ditanya awak media, Dahnil pun mengungkapkan alasan mengiyakan ajakan Prabowo – Sandiaga. Dia mengatakan telah lama berdiskusi dan mendalami sosok Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam beberapa bulan terakhir ini. Pergulatan itu yang diaku Dahnil mengiyakan ajakan Prabowo-Sandiaga untuk bergabung menjadi jubir Koalisi Adil Makmur di pilpres 2019.

“Saya sudah banyak berdiskusi dan mendalami sosok Pak Prabowo dan Mas Sandi beberapa bulan ini ketika beliau berdua mengajak saya menjadi jubir,” kata Dahnil, Kamis (20/9/2018).

Hal tersebut disampaikan Dahnil merespons sindiran Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Maruf Amin, Raja Juli Antoni.

Antoni sebelumnya menyindir Dahnil yang mendukung Prabowo, padahal memiliki riwayat pelanggaran HAM masa lalu. Di satu sisi, Dahnil sebelumnya dikenal sebagai aktivis HAM dan kerap mengkritisi kasus-kasus pelanggaran HAM.
‎‎
Dahnil melanjutkan setelah berdiskusi, dirinya menangkap patriotisme yang tinggi dan loyalitas tak bertepi dalam diri Prabowo Subianto kepada negara.

Bahkan, kata Dahnil, tidak jarang mantan Danjen Kopassus itu diam ketika difitnah sebagai pelanggar HAM, meski tidak satu pun pengadilan memutuskan pensiunan jenderal bintang tiga itu bersalah.

“Namun fitnah sebagai pelanggar HAM selalu hadir pada momentum-momentum politik di mana beliau ikut berkontestasi,” tegas Dahnil.

“Jadi, saya justru melihat beliau merawat loyalitas dan patriotisme yang tinggi terhadap negara. Itu salah satu yang membuat saya memutuskan bersedia,” ungkapnya‎
‎‎
Dahnil percaya Prabowo bakal menjadi presiden yang memimpin sepenuhnya dan tak akan mampu dikontrol oleh siapa pun. Dahnil menilai, Prabowo akan menjadi tuan atas kepemimpinannya dan tidak akan disetir oleh cukong maupun korporasi dan negara asing.

“Kita butuh sosok seperti itu di tengah cengkraman bandit ekonomi yang nyaris tanpa kontrol,” tuturnya. ‎(Hendry)

loading...

Balasan