Home Hukum & kriminal PKL KUKMI di Kawasan Industri Pulo Gadung Tak Mau Direlokasi

SIARANNEWS JAKARTA – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) KUKMI yang melakukan aktivitas berjualan di kawasan industri Pulo Gadung Jakarta Timur‎ berkeras menolak direlokasi. Mereka memberikan sikap tegas menolak, terkait rencana pemindahan lokasi ‎yang dianggap cukup jauh dari lokasi semula mereka berdagang.

Rata-rata PKL tersebut berasal dari Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia‎ (KUKMI). KUKMI diketahui berdiri sejak tahun 1979. ” Sejak 1979 pula para PKL ini mulai merintis dagangannya di kawasan industri Pulo Gadung dengan modal mereka dari keringat sendiri, bukan dari koperasi atau pinjaman dari bank,” ungkap Ketua Kukmi, Azwir saat berbincang dengan media ini di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, Minggu (23/9/2018) siang.

1akukmi56

Azwir mengatakan, ‎kebanyakan PKL yang tergabung dalam Kukmi merupakan pedagang makanan dan minuman yang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh ribuan buruh pabrik yang bekerja di area kawasan industri tersebut .

“Dengan adanya PKL ini malahan membantu ribuan buruh pabrik dalam menyediakan kebutuhan makan siang, makan malam‎ dan sebagainya, malahan buruh atau karyawan pabrik di sini bisa kasbon, bisa bayar pas gajian, buruh juga tidak perlu jalan jauh-jauh kalau mencari makan,” sambung Azwir.

“Bayangkan, jika para pedagang makanan ini tidak ada di kawasan, mereka mencari makan harus berjalan kaki jauh‎, kalau yang punya motor naik motor, bagaimana dengan yang berjalan kaki. Dengan waktu istirahat yang cuma setengah jam atau satu jam tidak akan cukup untuk pulang pergi cari makan, belum lagi kalau hujan, ini juga harus dipikirkan, ” jelasnya.

‎Diberitakan sebelumnya, ratusan PKL di kawasan industri Pulo Gadung bakal direlokasi oleh PT Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung ( JIEP) ke lokasi Food Center Rawabali.  PT JIEP diketahui merupakan perusahaan BUMN – BUMD yang melakukan pengelolaan di kawasan industri Pulo Gadung.

Suharto selaku Dewan Kota Jakarta Timur yang menghadiri acara tersebut memgatakan para PKL yang tergabung dalam Kukmi tidak usah takut akan rencana relokasi dan pembongkaran, JIEP tidak boleh seperti itu Kita berjualan bukan untuk mencari kaya tapi untuk mencari makan jadi kita semua harus kompak.

Insya Allah nanti bulan depan saya akan menghadirakan Calon Presiden Pak Sandiaga Uno untuk berbincang-bincang dengan kita para pedagang, dan mudah mudah pak Sandiaga mau melindungi kita semuanya. Tutup Harto.

“Kami merasa keberatan atas rencana relokasi, selain itu kami juga memikirkan jarak yang bakal ditempuh para buruh di sini yang akan makan siang, semakin jauh ke tempat kami dagang,” ujar Nana Sudrayana, salah seorang pedagang di lokasi. (Monty)

loading...

Balasan