Home Hukum & kriminal Kantor Pembobol 14 Bank “PT SNP Finance dan COLOMBIA Pusat” Di Geledah...

Foto : Monty// (kiri-kanan) Staf Colombia, AKP H. Karta Penyidik, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga Wadir Dittipideksus, Akbp Vanda Rizano Kanit V Perbankan saat Pengeledahaan Di Kantor Pusat Colombia, Selasa (25/09)

SIARANNEWS JAKARTA – Kantor Pembobol 14 Bank hari Selasa (25/09) dibawah Pimpinan Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana dan Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri (Dittipideksus Bareskrim) Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menggeledah Kantor PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) dan Colombia Pusat, Setelah diketahui perusahan tersebut telah membobol 14 bank dengan total Rp 14 triliun.

Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, dari hasil penggeledahan selama tiga jam di kantor pusat PT SNP Finance dan Colombia pusat yang berlokasi di Ruko Jembatan Lima Indah, Jl. KH Mas Mansyur Nomor 15 Blok E-2 Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, beserta jajarannya menyita tiga unit komputer induk.

Foto : Monty // Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga wadir Dittipideksus, saat memberikan keterangan usai pengeledahan

Foto : Monty // Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga wadir Dittipideksus, saat memberikan keterangan usai pengeledahan

” Disita tiga komputer induk milik Columbia. Mudah-mudahan kami dapat data umum, jumlah nasabah dan lain-lain,” ujarnya di Lokasi.

Sindikat pembobol bank dibongkar Dittipideksus Bareskrim Polri dengan menetapkan Lima tersangka ditahan setelah terbukti menggelapkan uang milik 14 bank swasta dan BUMN senilai 14 triliun. Kelima tersangka merupakan Direksi dan staf PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance.

Dalam menjalankan aksinya, perusahaan pembiayaan tersebut menggunakan uang hasil dari fasilitas kredit dengan jaminan dokumen fiktif berupa data list konsumen yang ada di PT Cipta Prima Mandiri (Columbia).

5 tersangka saat jumpa pres di Bareskrim Polri senin (24/09)

5 tersangka saat jumpa pres di Bareskrim Polri senin (24/09)

Kelima tersangka dari PT SNP ditangkap di Jakarta, yaitu adalah berinisial DS (Direktur Utama), AP (Direktur Operasional), RA (Direktur Keuangan), DCS (Manager Akuntansi) dan AS (Asisten Manager Keuangan).

“Selain itu masih ada tersangka yang masih DPO, dilakukan pengejaran. Yaitu LC, LD dan SL,” kata Wadir saat jumpa pers di Bareskrim senin (24/09).

Dikatakan, kasus ini terungkap dari laporan Bank Panin. Dari hasil penyelidikan pengurus PT SNP Finance mengajukan kredit modal kerja dan fasilitas kredit rekening koran kepada Bank Panin periode Mei 2016 sampai September 2017, dengan plafon yang diberikan kepada debitur sebanyak Rp 425 miliar.

Foto : Monty// 3 komputer induk Colombia Pusat di sita

Foto : Monty// 3 komputer induk Colombia Pusat di sita

Dana itu didapatkan dengan jaminan piutang kepada konsumen dari Colombia milik PT Citra Prima Mandiri (CPM). Colombia adalah toko penjual perabotan rumah tangga secara kredit.

“Uang yang diajukan dan dicairkan oleh PT SNP seharusnya dibayarkan kepada pihak Colombia sesuai daftar piutang yang dilampirkan saat permohonan pencairan kredit. Akan tetapi, karena piutangnya fiktif, sehingga fasilitas kredit tersebut dipergunakan untuk keperluan para pemegang saham dan group perusahaan,” ujar Daniel.

Dia menjelaskan, pengurus perusahaan SNP itu membuat piutang fiktif kepada 14 bank dengan jaminan dokumen fiktif berupa data konsumen Colombia.

Kemudian, pada Mei 2018, status kredit tersebut macet senilai Rp 141 miliar dengan jaminan yang diagunkan berupa daftar piutang pembiayaan konsumen PT SNP Finance. Ternyata, agunan tersebut fiktif, tidak bisa dilakukan penagihan.

Dari tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa fotokopi dokumen perjanjian kredit antara Bank Panin dengan PT SNP Finance, fotokopi dokumen Jaminan Fidusia piutang yang dijaminkan kepada Bank Panin, dan fotokopi laporan keuangan in house periode 2016-2017 PT SNP.

Ada 14 bank swasta dan negeri yang diduga tertipu dengan total kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 14 triliun.

Pelaku dijerat tindak pidana pemalsuan, penggelapan, penipuan, dan atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1) dan atau ayat (2) KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Monty)

loading...

Balasan