Home Daerah Indikasi KKN Akut Jajaran Direksi PTPN IV MEDAN diminta usut dugaan laporan...

SN Serdangbedagai – Sumut : Slogan yang menjadi acuan utama dari PTPN IV MEDAN “Jujur Tulus Ikhlas” yang semestinya dijadikan pedoman kerja menuju PTPN IV bersih merupakan komitmen utama guna memperbaiki sistem manajemen di seluruh anak perusahaan dibawah naungan Holding Perkebunan yang seharusnya diterapkan oleh seluruh Unit Usaha kebun dan Pengolahan PTPN IV Medan.

Namun sangat disayangkan sudah bukan rahasia umum lagi bahwa banyaknya kepentingan kepentingan para petinggi mulai dari jajaran staff hingga pemangku jabatan puncak masih banyak ditemukan bentuk penyimpangan dan sarat KKN yang dilakukan oleh oknum oknum  yang tidak bertanggung jawab guna memperkaya diri sendiri.

Demikian telusur investigasi dari reporter media ini mengenai indikasi laporan anggaran fiktif dan diduga kuat menjadi ajang koorporasi akut sarat KKN antara MANEJER dan KTU Kebun Adolina setelah menerima laporan dari sumber yang layak dipercaya dan dari penjelasan karyawan internal kebun Adolina yang enggan namanya disebutkan.

Dijelaskan ” Realisasi anggaran daging pada hari besar keagamaan tidak pernah dilaksanakan,  karena kebun adolina tidak pernah membagi atau membeli daging saat hari besar keagamaan, demikian halnya anggaran lain diantaranya anggaran untuk menyambut serta menjalankan  kegiatan religi bulan puasa Ramadhan , dan MTSI ” sangat meyedihkan dan menimbulkan asumsi anggaran untuk kegiatan religi keagamaan ini ‘DITELAN’ ..miriss!!

Kemudian ada anggaran yang menurut nya merupakan  bantuan untuk kejaksaan negeri serdang bedagai dan bernilai fantastis hingga puluhan juta rupiah namun  alasannya tidak masuk akal dan berpotensi  menimbulkan masalah yang kompleks dan kericuhan publik keempat poin anggaran senilai Rp. 95.000.000 ini diduga fiktif dan ironisnya pada tanda terima uang tersebut ditanda tangani langsung oleh Kepala Tata Usaha Kebun Adolina.

Indikasi kuat bahwa KTU dan Manejer Kebun Adolina sengaja melakukan aksi KKN pada kejahatan pencurian anggaran yang seharusnya diaplikasikan pada lini dan subnya masing masing sesuai kegunaannya untuk memaksimalkan program kerja demi mengedepankan kepentingan perusahaan bukan malah terkesan untuk memperkaya diri sendiri.

Saat hal ini dikonfirmasikan kepada Budi Selaku Kepala Tata Usaha Kebun Adolina via selular untuk penjelasan keseluruhan poin masalah anggaran secara global dengan nada ketakutan, beliau langsung mengelak “Sebentar pak saya ada hal sangat penting ” tuturnya tanpa ada kabar lanjutan.

Sementara itu manejer kebun Adolina Wispramono Budiman saat di konfirmasi reporter media ini enggan menjawab telpon nya terkait dugaan bentuk penyimpangan anggaran ini “aroma kejanggalan  sangat kuat atas kinerja kepemimpinan manejer ‘super’ ini yang juga rangkap jabatan sebagai ketua organisasi salah satu serikat pekerja mengingat rekam jejak kinerja beliau yang sarat masalah  dan masih segar diingatan kita mengenai masalah proyek pengadaan beras pada organisasi yang dipimpinnya beberapa waktu lalu hingga masalah global lainnya termasuk permasalahan Tananaman ulang dan Pemeliharaan pada Unit yang ia pimpin pada tahun  sebelumnya.

Karena nya sangatlah diharapkan kesigapan dan tindakan tegas jajaran direksi dan komisaris PTPN IV MEDAN dalam mengambil langkah yang bijaksana dengan memberikan perhatian khusus terhadap Pemimpin dan staff nakal seperti ini serta mengevaluasi kinerja nya secara global karena tidak menutup kemungkinan adanya penyimpangan penyimpangan lain yang berdampak nyata pada kerugian PTPN IV MEDAN Berkelanjutan. (Tony – red)

loading...

Balasan