Home Life Style Arwah Gadis Kembar, Ifra Andarisna Shahzad Perankan Anak Indigo

SN Jakarta – Maraknya produksi film horor di Tanah Air membuat Sutradara Arwah Gadis Kembar, Roy Wijaya, memutar haluan, dalam menentukan benang merah sebagai inti dari cerita yang dibuatnya.

Sebab  Selain 5 Pemeran Utama Hanny Syah (Lala), Anggel (Lulu), Diana Putri, Puput Cahaya, Tika Muhaira dan M. Syaipul atau biasa Pule dari Anak Mastur, juga  memainkan anak berusia 7 tahun sebagai anak indigo yang sangat luar biasa bernama Ifra Andarisna Shahzad.

IMG-20181004-WA0087Roy mengatakan, Ifra merupakan anak yang cerdas dan cepat beradaptasi dilingkungan crew maupun para talent dewasa.  Ifra juga  mengaku senang lantaran ia akhirnya terlibat sebagai bin¬tang utama di film genre horor yang kini tengah diminati oleh penonton film Tanah Air.

“Alhamdulillah film ini adalah film horor pertama Ifra. Karena sebelumnya Ifra lebih banyak bermain untuk FTV dan beberapa Film drama lainnya. Memang saya mencari figur anak kecil dalami film ini yang sesuai dengan apa yang saya mau,” ujar Roy saat ditemui Wartawan di Studio TV Swasta, Jakarta (4/10/2018).

Ifra yang lahir pada tanggal 19 Juni 2011 dan memiliki Tinggi Badan 128 cm serta Berat Badan 26 kg hampir banyak muncul disetiap Scene. Bahkan dalam cerita itu sang Sutradara Memaksa Ifra harus berlaku atau beradegan layaknya anak yang serba bisa dan selalu melihat berbagai kejadian dari banyaknya penampakan makhluk astral. Karena Film ini cenderung menyuguhkan kisah sebuah keluarga dalam balutan drama yang kental dengan horor dari kematian yang ambigu.

Film horor yang di garap Roy Wijaya ini mengisahkan tentang dua bersaudara kembar antara Lulu dan Lala. Namun akibat Cinta tak berujung dari Lulu (Anggel) ke Iqbal membuat Lulu Frustasi dan hidupnya harus naas tertabrak mobil mewah, mayat Lulu pun terkapar dan nyungsep dipinggiran parit dengan bersimbah darah dan meninggalkan Cincin kesayanganya.

Sedangkan Ifra merupakan seorang anak bernama Saraswati  yang sejak kecil punya kelebihan untuk bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk halus. Sayangnya tiga sahabat Lulu tak percaya kelebihan Saraswati yang indigo tersebut, hingga banyak malapetaka yang datang menimpa warga dan orang orang terdekat Lulu ketiban sial dan harus mati.

“Kemampuan Saras (Ifra) kerap jadi pemicu terbukanya tuka teki cincin dan kematian Lulu, hingga terungkapnya sebuah kebenaran yang hakiki, meski banyak dukun dan seribu dokter sanggup menyembuhkan Lala. Tapi hanya alloh lah yang maha tau segalanya,” beber Roy.

Meski banyak sosok hantu yang bermunculan di film ini. Namun Ifra maha tau dan bisa menunjukkan bahwa mereka mahluk astral ada di mana saja. Padahal Film ini cenderung bercerita pada soal drama keluarga antara Lala dengan ibunya dan tiga sahabatnya, namun upaya Ifra menjadi seorang perantara dari makhluk halus dengan manusia lainnya menjadi kekuatan yang tak terpisahkan dari Film ini.

Dalam Film ini, Roy Sebenarnya ingin menyodorkan tawaran tentang perasaan dan kehidupan seorang indigo serta bagaimana mereka diterima orang-orang di sekitarnya. “Saya ingin penonton berpikir bahwa hal seperti ini nyata adanya, tapi akhirnya terserah mereka mau percaya atau tidak,” tutur Roy

Tema cerita Mereka yang Tak Terlihat hadir dari hasil interaksi Roy dengan beberapa kawan dekatnya yang indigo. Menurutnya, berdasarkan pengalamannya pribadi mengenal kehidupan seorang indigo membuatnya punya perspektif lain terhadap keberadaan makhluk halus. “Saya harap dari segi logika bisa diterima, sisi supranaturalnya juga bisa diterima,” pungkasnya. (Red)

loading...

Balasan