Home Ekonomi Lewat Crowdfunding, FOI Bangun Dapur Pangan Ummat untuk Melayani Anak dan Ibu...

SIARANNEWS JAKARTA – Foodbank of Indonesia (FOI) sejak 3 Juli hingga 1 Oktober 2018 telah melakukan Birthday Crowdfunding, berkolaborasi dengan Winniarlita, seorang aktivis pecinta lingkungan. Penggalangan donasi melalui platform Kitabisa.com ini, telah berhasil mengumpulkan donasi sejumlah Rp 121.375.183,- yang nantinya akan digunakan untuk pengadaan peralatan masak dan pembangunan Dapur Pangan Ummat di Jakarta, Bekasi, Pandeglang, Jogja dan Surabaya yang akan melayani anak-anak dan ibu hamil di tengah masyarakat untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi.

Dengan adanya dapur pangan ini diharapkan dapat membuka akses pangan yang dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Winni mengungkapkan bahwa ia ingin merayakan ulang tahun dengan cara yang berbeda dari biasanya, yaitu berbagi kebahagiaan dengan membantu orang-orang yang kelaparan dan anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. “Tahun ini, saya ingin merayakan ulang tahun dengan cara yang berbeda.

Yaitu dengan menolong anak-anak dan membuat perubahan. Saya mendengar tentang kegiatan FOI, yang telah membantu banyak orang. Makanya, saya merasa terpanggil untuk melakukan aksi bersama FOI. Karena kebahagiaan yang paling dalam adalah saat kita bisa membuat orang lain bahagia juga,” ungkapnya.

Foodbank of Indonesia (FOI) merupakan lembaga sosial nirlaba yang fokus dalam membantu dan mendampingi masyarakat yang kelaparan dan kurang gizi. Lembaga yang berdiri sejak tahun 2015 ini, juga menjadi jembatan untuk masyarakat yang membutuhkan dan masyarakat yang berkelebihan dengan misi menciptakan akses pangan yang lebih adil bagi masyarakat dan fakir miskin serta memerangi kurang gizi pada anak-anak. Melaui program-programnya yaitu, Pos Pangan, Mentari Bangsaku, Sayap Dari Ibu (SADARI ), Berqurban hingga Pelosok dan Indonesia Ceria (Cerita Baik Kita), FOI telah membantu membuka akses pangan kepada 11.063 anak-anak, 167 lansia dan 111 dhuafa.

Akses pangan merupakan hak dasar bagi setiap warga negara sebagaimana yang tertera dalam Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945. Akan tetapi, masih banyak warga Indonesia yang mengalami kelaparan. Menurut
Global Hunger Index (GHI) 2017, sebanyak 19 juta penduduk Indonesia mengalami kelaparan dan sekitar 40% kelaparan terjadi di sekolah. Permasalahan yang memasuki skala cukup serius ini menunjukkan bahwa keadilan pangan belum menyentuh seluruh warga Indonesia. Begitupun juga dengan angka stunting. Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 27,5 persen. Stunting di Indonesia pun tergolong kronis.

Dalam operasionalnya, FOI bekerjasama dengan berbagai perusahan dan instansi pemerintah untuk membuka akses pangan bagi masyarakat. Melihat kondisi ini, FOI tergerak untuk membangun Dapur Pangan Ummat, yang bertujuan untuk mempermudah akses pangan masyarakat dalam membantu mengatasi kasus kelaparan yang terjadi di masyarakat.

Hendro Utomo, Founder FOI, mengatakan bahwa persoalan pangan dan kelaparan di Indonesia menjadi masalah besar bangsa ini, sehingga perlu kerja semua warga. “Kita perlu bahu membahu untuk mengatasi permasalahan ini, dengan menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Melalui Dapur Pangan ini, semoga bisa membuka akses pangan dan keadilan pangan dapat menyentuh
seluruh masyarakat di Indonesia,” jelasnya. (Red)

loading...

Balasan