Home Hukum & kriminal Ungkap Kasus Nur Mahmudi Ismil, KPK dan Polres Depok Bertemu

SIARANNEWS JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama penyidik dari Mapolres Kota Depok bertemu dan melaksanakan gelar perkara bersama. Kedua belah pihak melakukan supervisi dalam penyidikan dugaan korupsi yang melibatkan mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail.

“Hal ini merupakan bagian dari kegiatan supervisi KPK terhadap penyidikan dugaan korupsi pengadaan tanah simpan Jalan Bogor Raya – Jalan Nangka Kota Depok 2015 dengan 2 tersangka,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (25/10).

Supervisi yang dimaksud antara kedua lembaga penegak hukum itu adalah soal dugaan korupsi pembangunan Jalan Nangka, di Kota Depok.

Menurut Febri, tujuan dari supervisi ini adalah memberi dukungan kepada penyidik Polres Depok yang mengalami kendala dalam menangani perkara. Kendala dimaksud oleh Febri dapat berupa kebutuhan ahli atau bila ada intervensi dari pihak luar.

“Pemetaan kebutuhan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi atau gelar perkara bersama. Dalam beberapa kasus lain, dukungan yang dapat diberikan KPK termasuk hingga pencarian DPO,” kata Febri.

Gelar perkara bersama ini dihadiri oleh beberapa pihak yakni Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro, anggota dari Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri. Mereka diterima oleh tim Koordinasi dan Supervisi Penindakan (Koorsupdak) KPK.

Penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut sudah menetapkan dua tersangka yakni Wali Kota Depok periode 2006 – 2016, Nur Mahmudi dan mantan Sekretaris Daerah Kota Depok, Harry Prihanto.

Dari hasil auditor BPKP Jawa Barat diketahui kerugian negara mencapai sekitar Rp10,7 miliar, dari total Rp17 miliar yang dianggarkan dalam APBD buat pelebaran jalan Nangka tersebut.

Nur Mahmudi dan Harry dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Keduanya pun sudah dicegah bepergian ke luar negeri sejak pertengahan Oktober.‎ (Beby)

loading...

Balasan