Home Politik Ratusan Peserta Ikut Sosialisasi Empat Pilar MPR yang Dieselenggarakan Prof. Bachtiar Aly

SN Jakarta : Bertempat di Aula Kantor Kepala Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Bogor segenap tokoh  dan elemen masyarakat desa Banjarwaru mengikuti kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dilaksanakan oleh Anggota MPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Prof. Dr. Amb. H. Bachtiar Aly, MA, Sabtu (27/10/2018).

Acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini terselenggara atas kerjasama lembaga MPR RI dengan Lembaga Citra Tunas Unggul, Bogor.

Prof. Dr. Amb. H. Bachtiar Aly, MA mengatakan awalnya Empat Pilar MPR RI ini dinamai dengan Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara karena sering jadi pertanyaan dan perdebatan sebab pilar dalam bahasa indonesia diartikan sebagai tiang.

“Sehingga banyak yang keberatan kalau pancasila sebagai dasar dan ideologi negara tidak bisa dikatakan tiang atau pondasi akhirnya frasa Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara tidak boleh digunakan lagi dan diganti menjadi Empat Pilar MPR RI,” ungkapnya.

Dikatakannya karena ini merupakan amanat UUD nomor 17 tahun 2014 dimana MPR punya kewajiban untuk mensosialisasikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi, UUD tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk Negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.

IMG-20181028-WA0531Lebih lanjut ia mengatakan semua orang ingin bangsa ini kuat, ingin bangsa ini utuh dengan keberagamannya sebab bangsa Indonesia memiliki kekeyaan dan keberangaman diantaranya 2.500 bahasa daerah, ada 1.340 suku bangsa, ada 6 kelompok agama besar serta keberagaman budaya dan adat istiadat.

Dengan keberagaman dan perbedaan ini bisa dimanfaatkan orang lain untuk memecah bela bangsa. Oleh kerena itu, ia menekankan akan pentingnya masyarakat Indonesia memahami dan mengerti empat pilar MPR RI terutama Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa.

Menurutnya empat pilar ini sebagai pemersatu bangsa yang dapat menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang utuh, bangsa yang kuat dan tidak mudah diadu domba serta di usik oleh bangsa lain.

Bachtiar Aly menilai, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini sangat penting dilaksanakan, mengingat empat pilar tersebut tidak pernah terlepas dari kawalan dan perjuangan bersama.

“Kita sebagai warga negara yang berbhinneka harus paham dan mengerti sejarah bangsa, kemana-mana harus membawa Pancasila dan jangan dirongrong oleh ideologi lain walaupun mengatasnamakan agama, karena di dalam Pancasila itu sudah mewadahi semua kepentingan umat beragama,” katanya.

IMG-20181028-WA0533Bachtiar Aly yang juga anggota DPR-RI dari dapil Aceh mengatakan, melalui sosialisasi ini, dia berharap seluruh peserta berperan aktif dalam mensosialisasikan pilar-pilar kebangsaan ke masyarakat.

Sosialisasi 4 Pilar ini merupakan program kerja MPR RI dalam upaya menguatkan jati diri dan identitas bangsa, yakni memahami dan menginternalisasikan empat pilar MPR yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Pengalaman di berbagai Pilkada kemarin membuat kita harus terus mengamalkan Pancasila agar daerah-daerah menjadi rumah bersama yang nyaman didiami oleh seluruh komponen masyarakat yang majemuk. Saya berharap Sosialisasi 4 Pilar MPR RI menjadi pondasi yang kuat bagi seluruh masyarakat, tentang bangsa dan nilai-nilai luhur bangsa yang terdapat dalam empat Pilar Berbangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika),” tuturnya.

Lebih Jauh, Bachtiar Aly menambahkan, toleransi di Indonesia sudah berjalan sangat baik. Untuk itu, seluruh komponen masyarakat diminta untuk terus mempertahankan keberagaman.

Dalam sambutannya, Abudin, S.Pdi selaku ketua panitia Sosialisasi Empat Pilar MPR, sekaligus mewakili atas nama Lembaga Citra Tunas Unggul ini menyatakan bahwa Pancasila harus menjadi jiwa kader-kader pemuda dan masyarakat, khususnya yang ada di desa Banjarwaru. Setiap orang dilahirkan dalam keluarga dan suku yang berbeda-beda, perbedaan ini yang mesti dianggap selaku kekayaan dan kekuatan bangsa.

“Kita dilahirkan dalam kemajmukan baik dalam keluarga maupun dalam suku dan agama, perbedaan-perbedaan ini harus kita anggap kekayaan dan kekuatan bangsa. Dalam situasi inilah Lembaga Citra Tunas Unggul hadir di Indonesia dengan dasar nasionalis-relius,” tutur Abudin.

IMG-20181028-WA0534Dalam sambutannya selaku Kepala Desa Banjarwaru, Heni Nuryani, S.Sos mengucapkan terimakasih kepada MPR RI dan Lembaga Citra Tunas Unggul yang telah menunjuk Desa Banjarwaru sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan kegiatan  ini.

Heni mengharapkan kepada khususnya generasi muda ia tekankan untuk tidak mudah terjerumus kedalam penyakit sosial seperti LGBT dan pengaruh bahaya narkoba serta terpengaruh pada ideologi yang dapat merongrong kebhinnekaan dan sendi-sendi berbangsa dan bernegara karena inilah yang akan merusak dan menghancukan masa depan anak bangsa. “Kalau generasi mudanya sudah rusak maka secara tidak langsung bangsa ini akan hancur,”ungkapnya.

Maka dari itu sebagai generasi muda yang ingin berhasil dan sukses sudah sepatutnya melakukan berbagai inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan daya saing bangsa, sebab bangsa ini kedepannya akan berada ditangan generasi muda sekarang.

Sementara itu, salah seorang peserta yang hadir, Rochmat mengaku mendapat tambahan wawasan kebangsaan yang disampaikan Anggota MPR RI.

Menurutnya, sosialisasi yang disampaikan Prof. H. Bachtiar Aly tidak hanya pada tataran teori tetapi juga menyentuh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang biasa dilakukan sehari-hari.

Oleh karena itu, materi yang disampaikan mudah dimengerti dan dipahami oleh masyarakat.

“Senang dan bangga, sosialisasi ini terus dilakukan hingga ke smua komponen masyarakat di Desa Banjarwaru, Ciawi, Bogor Ini tugas kita bersama,” tutur Rochmat (Red)

loading...

Balasan