Home Opini Pengamat Marketing Politik : Cara Mengatasi Kontradiksi Caleg dengan Capresnya, Pada Pemilu...

Foto : Penulis Amir Faizal

SIARANNEWS JAKARTA Menurut pengamat Marketing Politik dan penulis 13 buku Gramedia Group, Amir Faisal :”Banyak calon anggota legislatif (caleg) yang melakukan Strategi Politik Dua Kaki pada Pemilihan Umum Serentak 2019, terutama mereka yang berbeda di daerah yang memiliki perbedaan dukungan calon presiden-wakil presiden.

Mereka sepenuhnya tidak bisa disalahkan, tegas Amir. Para Caleg adalah korban dari sistem pemilu yang dipaksakan oleh ambisi politik. Bahkan ada anekdot “Boleh siapa saja presidennya, asal calegnya gua” menjadi hal lumrah di kalangan caleg. Mereka ada yang mengatakan, “Ditempat saya, konsituennya pendukung No 01. Kalau saya paksakan untuk mati-matian memperjuangkan Capres-Cawapres No 02, resikonya, saya malah gagal melenggang ke Senayan.

Atau sebaliknya, “Lumbung suara di daerah saya, didominasi oleh pendukung capres nomor urut 02. Secara terpaksa, saya harus bekerja sendiri untuk meraup suara tanpa mengampanyekan pasangan 01.”

APAKAH HARUS SE EKSTRIM ITU?

Pemilu serentak memang mengurangi gerak Caleg, sehingga menjadi kurang exiting dalam berkampanye. Mereka yang Dapilnya berada di zona Capres yang didukungnya saja, jika tidak cerdas, bisa brand nya sendiri kurang tergarap. Kalah pamor dengan calon RI 1 dan 2 nya, karena mereka lebih dikenal dan lebih diidolakan. Apalagi Caleg yang Dapilnya berada di zona lawan.

Sebaiknya untuk kedepannya, pemilu Capres dan Caleg diselenggarakan dalam waktu yang berbeda. Bukankah pemilu merupakan Pesta Demokrasi? Jadi tidak adil dong jika yang bersukacita cuman Paslonnya, sementara Calegnya pusing tujuh keliling dan stres?

Nasi sudah menjadi bubur, dan MK kayaknya gak begitu berselera untuk membatalkannya. Namun demikian para Caleg tidak usah berkecil hati. Masih banyak jalan menuju Roma. Masih banyak strategi yang bisa dilakukan jika Anda mau berfikir off the box.

Kita harus ingat bahwa dalam kontestasi Capres-Cawapres 2019 ini tidak semua konsituen sudah mempunyai pilihan yang mantab. Mereka yang masih ngambang atau masih pikir-pikir jumlahnya masih cukup besar untuk memberikan pada Anda satu kursi di DPR. Lagian untuk konsituen yang pilihan paslonnya sudah mantab, juga tidak mungkin Anda ubah-ubah lagi. Jadi ngapain dipikirin?

Amir Faisal menyarankan pada para Caleg untuk fokus pada konsituen yang belum punya idola yang mantab pada pasangan Capres-Cawapres. Caranya :

1. Perkuat Personal Brand Anda.
Ingat, bahwa tidak semua konsituen berfikir linier (kecuali yang bener-bener fanatik). Mereka juga berfikir psikologis.Maksudnya, jika selama ini Anda sudah dikenal sebagai pribadi yang disukai oleh konsituen, dan Anda dipercaya bisa menjadi transformer di Dapil Anda maka percayalah, mereka tetap akan memilih Anda. Jadi semuanya kembali pada diri Anda. Oleh karenanya, perhebat kiprah Anda. Perkuat brand Anda dengan mengajukan gagasan-gagasan kreatif inovatif. Berikan konsep dan solusi atas problem yang sedang menjadi pikiran banyak orang. Berikan visi dan harapan pada mereka, dan yakinkan bahwa Andalah satu-satunya orang yang bisa mereka andalkan untuk meraih mimpi-mimpi mereka.

2. Perluas Network Anda.
Cara paling strategis dan efektif untuk meraup suara justru melalui berbagai jaringan non politik (kalau jaringan politik mah ibarat bermain dirumah Anda sendiri), baik offline maupun online.
Dari pengamatan dan pengalaman bergabung di berbagai jaringan bisnis, pendidikan, dakwah, hobbi, alumni dan sebaginya, walaupun konsituen kita terbelah, kebanyakan mereka lebih suka tidak membicarakan politik, karena kuatir suasana menjadi rusak atau tidak nyaman. Nah disitulah peluang Anda untuk membangun personal branding Anda. Tetapi ingat, dalam kelompok, Anda jangan terlalu kelihatan ambisius, karena justru bisa kehilangan simpati dari mereka. Bermainlah dengan empatik, simpatik dan impresif. Jika sudah yakin, orang-orang dalam kelompok menyukai Anda, baru lakukan pendekatan pribadi. Sehingga dalam kelompok, Anda dianggap sebagai pribadi yang menyenangkan dan memberikan manfaat besar di kelompok.

3. Perkuat Kompetensi, Spesialtis dan Ekspertise Anda.
Pada era Milenial, ketiga hal itu menjadi idola masyarakat. Tunjukkan apa spesialtis Anda yang bisa berguna bagi masyarakat. Misal, yang paling populer selama ini adalah spesialisasi Dai, pendidik, ahli hukum. Tetapi sebenarnya masih banyak spesialisasi lain yang menarik. Misalnya di bidang kesehatan, perempuan dan anak. Dua juta anak stunting di Indonesia jelas membutuhkan seorang figur yang bisa menghandlenya. Bidang lainnya lagi adalah kewirausahaan. Para Caleg pengusaha pasti punya seribu akal untuk membuat konsep yang bisa disajikan pada 40 persen konsituen milenial yang bermimpi menjadi pengusaha sukses.

Pendeknya, jika para Caleg berfokus pada masalah kontradiksi Caleg-Capres, maka yang akan muncul adalah kebuntuan berfikir, yang akibatnya bisa patah semangat. Tetapi jika kita berfokus pada solusi, maka kita akan menjadi cerdas dan menemukan banyak peluang, demikian Amir menutup penjelasannya.

Penulis  : Amir Faizal

Editor     : Monty

loading...

Balasan