Home News Edukasi Pelajar Tak Salah Pilih Jurusan, PKP2IR & PPJ Adakan Startup Youthmanual

SN Jakarta – Dalam rangka menedukasi pelajar untk masuk kejenjang pendidikan lebih tinggi, Pusat kajian pembangunan dan pengembangan indonesia raya (PKP2IR) melalui program pembangunan pendidikan menggagas event Pesta Pilih Jurusan (PPJ). Program Pesta Pilih Jurusan di gagas dengan tujuan agar prlajar SMA / Sederajat yang akana memasuki jenjang perkuliahan tidak bingung dalam menentukan pilihan jurusan perkuliahan.

Ketua pelaksana Pesta Pilih Jurusan (PPJ) Eeng Wicaksono, menilai dengan diadakanya program tersebut, karena masih banyak pelajar ketika memilih jurusan, tetapu tidak mengetahui minat dan bakat dan itu problemnya dikarnakan terbatasnya informasi terhadap hal tersebut.

“Pesta pilih jurusan (PPJ) ini rencananya akan di bentuk menjadi 4 rangkaian kegiatan diantaranya, Edu – expo yang merupakan pengenalan kampus – kampus dalam negeri dan luar negeri, komunitas pendidikan, dan pengenalan kebudayaan dan pendidikan oleh beberapa kedubes yang akan ada di lokasi acara dan Psiko – edukasi yang memuat pembekalan kepada pelajar dengan melakukan intervensi psikologi pendidikan secara dini terhadap pengenalan minat & bakat,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/11/2018).

IMG-20181113-WA0301Selain itu, kata Eeng pihaknya juga akan mengadakan Edu-talk z, program itu semacam talkshow dan sharing seasson dengan tokok pendidikan, komunitas pendidikan, startup pendidikan yang berbagi pengalaman dan pandangan terhadap dunia perkuliahan serta Psikotes dengan menggunakan platform startup Youthmanual pelajar akan mengerjakan psikotes secara online dimana hasilnya pelajar akan mengetahui minat bakat serta mampu mengekplorasi jurusan sesuai persentasi kecocokan dengan tiap pelajar.

“Harapan terbesar dilaksanakan nya pesta pilih jurusan ( PPJ) ini mampu mengedukasi dan menambah pengetahuan pelajar seputar manfaat dalam mengetahui jurusan yang sesuai minat & bakat agar berimbah kepada penguasan keterampilan yang sesuai dengan pilihan karir di masa depan,” jelasnya.

Menurutnya, dengan program itu setiap siswa yang  akan memasuki perguruan tinggi di haruskan sudah memiliki informasi terkait informasi jurusan yang tepat, agar para pelajar memiliki penguasaan skill yang sesuai dengan kebutuhan bidang kerja yang spesifik.

“Ini Masalah salah pilih jurusan belum menjadi trend pembahasan yang cukup santer pada saat ini, padahal menurut data badan Pusat Statistik tahun 2016 sebanyak 695.304 pengangguran Indonesia di dominasi oleh lulusan universitas,” ungkapnya.

Menaggapi persoalan diatas Pesta Pilih Jurusan sebagai gerakan yang di bentuk untuk mengedukasi pelajar agar pelajar yang akan melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi, menyajikan kegiatan yang mana akan memberikan informasi terkait bimbingan minat dan bakat serta informasi kuliah.

IMG-20181113-WA0271Selain itu, menurutnya, startup pendidikan Danadidik juga ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Pesta Pilih Jurusan, akan berbicara terkait informasi akses bantuan dana pendidikan untuk perguruan tinggi, Sebab pelajar yang memiliki persoalan terhadap biaya kuliah perlu mengetahui solusi yang ditawarkan oleh Danadidik, selain menjadi speaker dalam rangkaian kegiatan Dipo Satria Ramli CEO DANAdidik juga adalah salahsatu Pembina dalam kegiatan Pesta pilih Jurusan.

Sementara itu Direktur Takents Mapping Endro Prasetyo Aji menilai, bahwa fakta menarik yang di sampaikan bahwa faktor utama pelajar salah pilih jurusan 90% di sebabkan karna paksaan orang tua, hal ini menjadi persoalan tersendiri di era milineal ini dimana keputusan menyangkut masa depan masih di dominasi oleh kehendak dan paksaan orang tua dan keluarga.

“Kita mungkin pernah merasa bingung dan kesulitan untuk menentukan akan berkuliah dimana dan memutuskan untuk mengambil jurusan apa ketika kuliah. Sebab Sebanyak 87% mahasiswa Indonesia salah mengambil jurusan,” ungkapnya

loading...

Balasan