Home Hukum & kriminal Pasca Penetapan Tersangka, 3 Pembobol 14 Bank Adakan “Perlawanan”

SIARANNEW JAKARTA – Sidang Pra peradilan penetapan tersangka atas nama AP, RA dan DS para tersangka tersebut sudah ditahan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri per awal agustus 2018, para tersangka merupakan karyawan yang mengurusi PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP), Setelah diketahui perusahaan tersebut telah membobol 14 bank dengan nilai total Rp 14 triliun.

Melalui penasehat hukumnya ketiga tersangka tersebut mengajukan pra peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas telah ditetapkan kliennya sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim.

Pada hari Senin (10/12/2018) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang Pra Peradilan dengan agenda sidang pemeriksaan berkas perkara dari pemohon (kuasa hukum tersangka) dan termohon ( Divisi hukum Mabes Polri yang diwakili oleh AKBP Dily, AKP Ihkwan dan Ipda Satria) yang di pimpin oleh hakim tunggal DR Joni SH MH, sidang praperadilan dilanjutkan Selasa (11/12/2018).

1apembob0

Terungkapnya kasus bermula dari laporan bank Panin. Dari hasil penyelidikan pengurus PT SNP Finance mengajukan kredit modal kerja dan fasilitas kredit rekening koran kepada bank Panin periode Mei 2016 sampai September 2017, dengan plafon yang diberikan kepada debitur sebanyak Rp 425 miliar.

Dana itu didapatkan dengan jaminan piutang kepada konsumen dari Colombia milik PT Citra Prima Mandiri (CPM). Colombia adalah toko penjual perabotan rumah tangga secara kredit.

“Uang yang diajukan dan dicairkan oleh PT SNP seharusnya dibayarkan kepada pihak Colombia sesuai daftar piutang yang dilampirkan saat permohonan pencairan kredit. Akan tetapi, karena piutangnya fiktif, sehingga fasilitas kredit tersebut dipergunakan untuk keperluan para pemegang saham dan group perusahaan,” kata Vanda.

Pengurus perusahaan SNP itu membuat piutang fiktif kepada 14 bank dengan jaminan dokumen fiktif berupa data konsumen Colombia.

Kemudian, pada Mei 2018, status kredit tersebut macet senilai Rp 141 miliar dengan jaminan yang diagunkan berupa daftar piutang pembiayaan konsumen PT SNP Finance. Ternyata, agunan tersebut fiktif, tidak bisa dilakukan penagihan.

Sindikat pembobol bank dibongkar Dittipideksus Bareskrim mabes Polri dengan menetapkan sembilan tersangka ditahan setelah terbukti menggelapkan uang milik 14 bank swasta dan BUMN senilai Rp14 triliun. Kesembilan tersangka merupakan komisaris, Direksi dan staf PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance.

1apembobo

Dalam menjalankan aksinya, perusahaan pembiayaan tersebut menggunakan uang hasil dari fasilitas kredit dengan jaminan dokumen fiktif berupa data list konsumen yang ada di PT Cipta Prima Mandiri (Columbia).

Para tersangka dari PT SNP ditangkap di Jakarta, yaitu adalah berinisial LC(Komisaris Utama), DS (Direktur Utama), AP (Direktur Operasional), RA (Direktur Keuangan), DCS (Manager Akuntansi) dan AS (Asisten Manager Keuangan) dan masih ada tersangka lain yang masih berstatus DPO, dilakukan pengejaran. Yaitu LD,” kata AKBP Vanda Rizano di lokasi penangkapan sesaat lalu, Rabu (24/10/2018).

Dari para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa fotokopi dokumen perjanjian kredit antara Bank Panin dengan PT SNP Finance, fotokopi dokumen Jaminan Fidusia piutang yang dijaminkan kepada Bank Panin, dan fotokopi laporan keuangan in house periode 2016-2017 PT SNP.

Ada 14 bank swasta dan negeri yang diduga tertipu dengan total kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 14 triliun.

“Penyidik telah melakukan pemblokiran semua rekening milik PT SNP dan juga rekening yang menerima aliran dana dari fasilitas kredit atas nama PT SNP di 14 bank dengan jaminan piutang fiktif dan Rekening para tersangka lainnya berikut assetnya” tegas Vanda Rizano mantan penyidik senior OJK saat di lokasi penangkapan, Rabu (24/10/2018).

Pelaku dijerat tindak pidana pemalsuan, penggelapan, penipuan, dan atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1) dan atau ayat (2) KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Monty)

loading...

Balasan