Home Hukum & kriminal Berkas Tersangka Pembobol Bank 14 T Dinyatakan Lengkap oleh JPU Kejari Jakpus

Foto : Monty // Para tersangka saat di Kejari Jakpus, Jumat 18-01-2019

SIARANNEWS JAKARTA – Berkas perkara pembobolan bank senilai Rp 14 triliun dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Jumat 14/01/2019, Subdit Perbankan Bareskrim Mabes Polri melimpahkan berkas perkara pembobolan bank tersebut dengan lima tersangka masing-masing atas nama AP, DS, RS, AS dan CDS terkait laporan bank Panin dan barang bukti yang di serahkan sebesar Rp 50 milyar, barang bukti tersebut disita dari beberapa nomor rekening atas nama PT SNP Finance , sementara tiga tersangka lainnya LC selaku pemegang saham dan tersangka SL dan WH masih dalam penelitian berkasnya oleh Jaksa Penuntut Umum, sedangkan untuk tersangka LD yang DPO masih dalam pencarian penyidik.

AKP H. Karta selaku penyidik Subdit Perbankan Bareskrim Mabes polri saat ditanya rekan media usai melimpahkan perkara tersebut mengatakan, telah melimpahkan berkas perkara Tindak Pidana Pemalsuan dan atau Tindak Pidana Penipuan dan atau Tindak Pidana Penggelapan dan Tindak Pidana TPPU berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/782Nl/2018/Bareskrim tanggal 26 Juni 2018 atas laporan bank Panin.

Dikatakannya, kasus ini terungkap dari laporan bank Panin. Dari hasil penyelidikan pengurus PT SNP Finance mengajukan kredit modal kerja dan fasilitas kredit rekening koran kepada bank Panin periode Mei 2016 hingga September 2017, dengan platform yang diberikan kepada debitur sebesar Rp 425 miliar.

1 tersangka wanita

Dana itu didapatkan dengan jaminan piutang kepada konsumen dari Colombia milik PT Citra Prima Mandiri (CPM). Colombia adalah toko penjual perabotan rumah tangga secara kredit,” tegas Karta.

“Uang yang diajukan dan dicairkan oleh PT SNP Finance seharusnya dibayarkan kepada pihak Colombia sesuai daftar piutang yang dilampirkan saat permohonan pencairan kredit. Akan tetapi, karena piutangnya fiktif, sehingga fasilitas kredit tersebut dipergunakan untuk keperluan para pemegang saham dan group perusahaan,” paparnya.

“Pengurus perusahaan PT SNP Finance itu membuat piutang fiktif kepada 14 bank dengan jaminan dokumen fiktif berupa data konsumen Colombia,” lanjut dia.

Menurut Karta, pada Mei 2018, status kredit tersebut macet senilai Rp 141 miliar dengan jaminan yang diagunkan berupa daftar piutang pembiayaan konsumen PT SNP Finance. Namun ternyata lanjut dia, agunan tersebut fiktif, tidak bisa dilakukan penagihan.

Dari tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa fotokopi dokumen perjanjian kredit antara bank Panin dengan PT SNP Finance, fotokopi dokumen jaminan fidusia piutang yang dijaminkan kepada bank Panin, dan fotokopi laporan keuangan in house periode 2016 – 2017 PT SNP.

Ada 14 bank swasta dan bank pemerintah yang diduga tertipu dengan total kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 14 triliun.

Pelaku dijerat tindak pidana pemalsuan, penggelapan, penipuan, dan atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (1) dan atau ayat (2) KUHP dan atau pasal 372 KUHP dan atau pasal 378 KUHP dan pasal 3 dan atau pasal 4 dan atau pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Fettel)

loading...

Balasan