Home Bisnis ASPRINDO DAN TRADING HOUSE JALIN KEMITRAAN STRATEGIS DEMI EKSISTENSI UKM DI PASAR...

SN, Jakarta — Dalam rangka meningkatkan eksistensi UKM di pasar global, Asosiasi Pengusaha Bumiputra Nusantara Indonesia (Asprindo) menjalin kerja sama dengan trading house (rumah dagang) Indonesia Incorporated.
“Melalui trading house ini UKM dapat  memasarkan produk unggulannya di luar negeri karena misi trading house ini adalah menjadi lokomotif bagi UKM dalam menghadapi persaingan global,” ujar Ketua Umum DPP Asprindo Jose Rizal kepada siarannews.com Ahad (27/1).
Lanjut Jose, sesuai misi trading house akan fokus pada seluruh kegiatan mata rantai ekspor dan impor dengan menjadikan pasar luar negeri sebagai sasaran utama juga merupakan momentum bagi UKM untuk dapat mengenalkan produk unggulannya ke pasar dunia.
“Melalui trading house maka mata rantai distribusi bahan baku dan barang modal  akan terpangkas sehingga daya saing global produk UKM meningkat,” ujar Jose Rizal lagi.
Kata Jose melalui trading house pelaku UKM tidak perlu lagi melakukan perjalanan ke luar negeri yang membutuhkan biaya mahal hanya untuk mencari pangsa pasar untuk produk unggulannya tersebut karena kehadiran trading house akan mewakili kepentingan UKM dalam upaya promosi dan negosiasi akses pasar.
Ketua Umum Asprindo juga mengatakan melalui trading house akan termanage distribusi bahan baku dan produk ekspor UKM, sehingga produk-produk UKM seperti hasil pertanian, hasil home industri semisal sepatu, sandal, makanan yang bisa diekspor dan UKM itu menjadi naik kelas.
Lebih jauh Jose Rizal menuturkan bahwa inisiatif kerjasama dengan trading house tersebut dilatar belakangi karena dalam kurun waktu 8 tahun terakhir nilai ekspor Indonesia terus menurun.
Menurunnya nilai ekspor tersebut menurut Rizal, salah satunya dipicu karena ketiadaan trading house Indonesia yang seyogyanya telah didirikan oleh pemerintah pada saat krisis moneter 1997-1998 lalu.
“Sehingga tidak terdapat lembaga yang mengintermediasi dan menjadi ujung tombak penetrasi produk UKM Indonesia ke pasar global secara sistematis,” terangnya.
Padahal lanjut Jose, salah satu komponen strategis untuk memediasi UKM dengan pasar tujuan ekspor adalah trading house.
“Contohnya Jepang yang saat ini menjadi negara maju telah mendirikan trading house sejak restorasi Meiji abad Ke 18 yang diikuti Korea Selatan pada awal 1960an. Untuk trading house Korea Selatan dikukuhkan dengan Perpres Korea Selatan,” sebut Jose Rizal.
Jose Rizal yakin melalui kemitraan yang strategis antara Asprindo dan trading house maka geliat ekspor Indonesia akan kembali membaik karena UKM sebagai penggerak utama perekenomian Indonesia tidak lagi kepayahan mencari pangsa pasar di luar negeri.
Kata dia, optimisme itu akan terjawab karena pihaknya telah menjadwalkan untuk menghadiri Trade And Investment Forum Indonesia-Perancis-Gambia tanggal 4 samapai dengan 8 Februari 2019 mendatang  di Val d Oise Prancis.
“Dalam pertemuan trilateral tersebut akan difokuskan pada kesepakatan shopping list produk UKM Indonesia. Untuk pasar Uni Eropa dan Afrika dalam bentuk kontrak bisnis yang akan ditandatangani oleh 3 negara dan Dubes RI di Paris,” terang Jose Rizal.
Jose Rizal berharap 60 % dari shopping list UKM Indonesia itu merupakan produk-produk anggota DPP Asprindo.
(Enel)
loading...

Balasan