Home Hukum & kriminal Kembali Bareskrim Mabes Polri Limpahkan Berkas Perkara ke Kejari Jakpus

Foto : // Monty – Tersangka WH pelaku pembobol bank saat di limpahkan penyidik ke Kejari Jakpus (Jumat, 01/2/2019)

SIARANNEWS JAKARTA – Kembali Berkas perkara pembobolan bank senilai Rp 14 triliun dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Jumat 1/02/2019, Subdit Perbankan Bareskrim Mabes Polri kembali melimpahkan berkas perkara pembobolan bank tersebut dengan satu tersangka WH terkait laporan bank Panin dan barang bukti yang di serahkan sebesar Rp 50 milyar pada saat Pelimpahan berkas perkara lima tersangka sebelumnya masing-masing atas nama AP, DS, RS, AS dan CDS pada pertengahan bulan Januari lalu, barang bukti tersebut disita dari beberapa nomor rekening atas nama PT SNP Finance , sementara 2 tersangka lainnya LC selaku pemegang saham dan tersangka SL masih dalam penelitian berkasnya oleh Jaksa Penuntut Umum, sedangkan untuk tersangka LD yang DPO masih dalam pencarian penyidik.

AKP H. Karta selaku penyidik Subdit Perbankan Bareskrim Mabes polri saat ditanya rekan media usai melimpahkan perkara atas nama tersangka WH mengatakan tersangka WH ini sebagai pembuat dokumen fiktif yang dijaminkan ke 14 Bank, tersangka WH membuat dokumen fiktif tersebut atas perintah dari Anita sebagai atasanya dan tersangka SL bersama Leo Candra (DPO), berkas perkara Tindak Pidana Pemalsuan dan atau Tindak Pidana Penipuan dan atau Tindak Pidana Penggelapan dan Tindak Pidana TPPU berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/782Nl/2018/Bareskrim tanggal 26 Juni 2018 atas laporan bank Panin dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum.

Foto : Berkas Perkara an.WH Pembobol Bank di limpahkan Bareskrim Polri

Dikatakannya, kasus ini terungkap dari laporan bank Panin. Dari hasil penyelidikan pengurus PT SNP Finance mengajukan kredit modal kerja dan fasilitas kredit rekening koran kepada bank Panin periode Mei 2016 hingga September 2017, dengan platform yang diberikan kepada debitur sebesar Rp 425 miliar.

Dana itu didapatkan dengan jaminan piutang kepada konsumen dari Colombia milik PT Citra Prima Mandiri (CPM). Colombia adalah toko penjual perabotan rumah tangga secara kredit,” tegas Karta.

“Uang yang diajukan dan dicairkan oleh PT SNP Finance seharusnya dibayarkan kepada pihak Colombia sesuai daftar piutang yang dilampirkan saat permohonan pencairan kredit. Akan tetapi, karena piutangnya fiktif, sehingga fasilitas kredit tersebut dipergunakan untuk keperluan para pemegang saham dan group perusahaan,” paparnya.

“Pengurus perusahaan PT SNP Finance itu membuat piutang fiktif kepada 14 bank dengan jaminan dokumen fiktif berupa data konsumen Colombia,” lanjut dia.

Menurut Karta, pada Mei 2018, status kredit tersebut macet senilai Rp 141 miliar dengan jaminan yang diagunkan berupa daftar piutang pembiayaan konsumen PT SNP Finance. Namun ternyata lanjut dia, agunan tersebut fiktif, tidak bisa dilakukan penagihan.

Dari tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa fotokopi dokumen perjanjian kredit antara bank Panin dengan PT SNP Finance, fotokopi dokumen jaminan fidusia piutang yang dijaminkan kepada bank Panin, dan fotokopi laporan keuangan in house periode 2016 – 2017 PT SNP.

Foto : Tersangka WH saat di limpahkan ke Kejari Jakpus oleh Bareskrim polri

Ada 14 bank swasta dan bank pemerintah yang diduga tertipu dengan total kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 14 triliun.

Pelaku dijerat tindak pidana pemalsuan, penggelapan, penipuan, dan atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 ayat (1) dan atau ayat (2) KUHP dan atau pasal 372 KUHP dan atau pasal 378 KUHP dan pasal 3 dan atau pasal 4 dan atau pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Fettel)

loading...

Balasan