Home Opini Arah Pidato AHY

Foto Penulis Moh. Nizar Zahro Ketua Umum SATRIA GERINDRA (Satuan Relawan Indonesia Raya)

SIARANNEWS JAKARTA – Pidato AHY sudah jelas ditujukan untuk mendukung kemenangan Prabowo-Sandi. Frasa “presiden terpilih dlm Pemilu 2019” menggambarkan harapan terpilihnya presiden baru. Partai Demokrat berkeyakinan presiden baru lah yg akan mampu mewujudkan program2 kerakyatan sebagaimana yg dilaksanakan di era Presiden SBY.

Dengan demikian, pidato AHY ingin menegaskan bahwa Jokowi gagal mewujudkan kesejahteraan rakyat. Indikasinya, pertumbuhan ekonomi yg hanya berkutat di 5 persen gagal mengerek ekonomi rakyat. Akibatnya, banyak rakyat yg terjerembab dlm kubang kemiskinan. Di sisi lain, pemerintah makin membebani dengan berbagai kebijakan yg tidak pro kerakyatan, misalnya pencabutan subsid BBM dan listrik. Kondisi demikian menggambarkan kondisi rakyat serasa sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Keresahan rakyat itulah yg dirasakan oleh Pak SBY dan AHY yg beberapa bulan lalu mengadakan safari keliling Indonesia. Dimana2 rakyat mengeluh tentang kondisi ekonomi yg makin sulit. Rakyat menganggap kebijakan pemerintahan Jokowi tidak berimbas pada kehidupan ekonomi rakyat. Jumlah rakyat yg susah semakin bertambah drastis. Fakta tersebut terkonfirmasi oleh data yg menyatakan jumlah penerima KIS dan PKH bertambah berlipat.

Logikanya, kalau klaim pemerintah bahwa kemiskinan menurun maka jumlah penerima bantuan KIS dan PKH juga harus menurun. Tapi faktanya keduanya menunjukkan angka kontradiktif. Angka kemiskinan diklaim turun menjadi 25,95 juta orang, tapi penerima bantuan KIS melonjak 92,4 juta orang dan jumlah penerima PKH sebesar 10 juta keluarga atau 40 juta orang dengan asumsi 1 keluarga berjumlah 4 orang.

Selain itu, fakta di lapangan juga menunjukkan masih banyak rakyat yg memenuhi kriteria kemiskinan tapi tidak mendapatkan program bantuan pemerintah. Rakyat miskin dipaksa berjuang tanpa uluran bantuan pemerintah.

Pidato AHY ingin menegaskan bahwa kondisi tsb harus dihentikan. Rakyat harus segera disejahterakan. Pertumbuhan ekonomi harus segera dipompa agar melaju tinggi sehingga bisa berdampak terhadap perbaikan ekonomi rakyat. AHY berkeyakinan bahwa presiden baru lah yg mampu mewujudkan amanah tersebut. Dan presiden baru tersebut adalah Prabowo Subianto.

Penulis : Moh. Nizar Zahro,  Ketua Umum SATRIA GERINDRA (Satuan Relawan Indonesia Raya)

Editor   : Redaksi

loading...

Balasan