Home Daerah POLISI PERIKSA TERLAPOR KASUS PENIPUAN 48 MILIAR SELAMA 5 JAM

SIARANNEWS MEDAN – Polisi memeriksa terlapor kasus penipuan proyek pengadaan material pasir (quarry) pada projek pelabuhan terminal petikemas Belawan II Selasa (12/3) sekira pukul 11.00 WIB.

Ditemani seorang wanita dan seorang pria, selama lima jam pria berkulit putih itu diperiksa penyidik unit Harda Tahbang Dit Reskrimum Polda Sumut di Lantai II Gedung Mapolda Sumut.

Saat dihampiri pekerja media, pria tambun yang mengenakan kemeja corak garis-garis ini enggan memberikan komentar.

“Tanya aja langsung ke atas,”cetusnya sembari meninggalkan Gedung Reskrimum Polda Sumut.

Pemeriksaan ini pun mengejutkan banyak pihak mengingat selama 4 bulan kasus penipuan proyek pengadaan material pasir (quarry), projek pelabuhan Terminal Petikemas Belawan II tahun 2016 terkesan dipetieskan di Polda Sumut.

Dengan begitu, korban Iskandar Zulkarnain meminta kepada polisi untuk segera memproses PT. Pandu Paramitra selaku terlapor.

Menurut keterangan Iskandar Zulkarnain mengatakan, saat itu pihaknya menerima kerja sama dengan PT. Pandu Paramitra untuk melakukan proyek pengadaan material pasir (quarry), projek pelabuhan terminal petikemas Belawan II sebesar Rp48 miliar.

“Kontrak seluruhnya sebesar 48 miliar,” ucap Iskandar.

Dengan adanya proyek tersebut, Iskandar pun kerjasama dengan PT. Pandu Paramitra dengan membuat perjanjian di Kantor Notaris Adi Pinem, Medan.

“Jadi teken kontraknya di kantor notaris, dengan perjanjian membagi keuntungan 55 persen untuk PT. Pandu Paramitra dan 45 untuk saya dan Irwanta Purba,” sambung warga Tanjung Permai, Sunggal ini.

Namun, pada bulan Desember 2017 projek pengadaan material pasir (quarry), projek pelabuhan terminal petikemas Belawan II selesai.

“Projek sudah selesai, tapi kami tidak menerima pembagian hasil keundangan dari proyek itu,” beber pria kelahiran 13 Juli 1967.

Kesal tak ada jawaban, Iskandar akhirnya memilih untuk membuat laporan ke Polda Sumut dalam kasus penipuan, yang tertuang dalam nomor: LP/1394/X/2018/SPKT II tanggal 11 Oktober 2018.

”Sudah 4 bulan, tapi belum ada prosesnya,” kesalnya.

Iskandar berharap agar pihak kepolisian khususnya Polda Sumut bertindak cepat dan segera memproses laporannya tersebut.

“Saya cuma minta laporan saya diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya.

Sementara itu, Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah melakukan sidik dalam kasus penipuan tersebut.

“Kasusnya sudah sidik, dan masih menunggu hasil audit,” sebutnya kepada wartawan.

Sementara itu, sebelumnya  pihak PT. Pandu Paramitra Dhody Thair saat dikonfirmasi membantah semua tudingan Iskandar.

“Nggak ada, nggak ada, cek aja nama saya di perjanjiannya,” sebutnya lewat selulernya Rabu (6/3). (***)

Sumber : medanbicara.com

loading...

Balasan