Home Ekonomi Bank Banten Perlu Benahi Rencana Bisnis dan Legal Standing

PB Banten : Komisi III DPRD Provinsi Banten, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ketiga cabang Bank Banten yang berlokasi di Jakarta dan Jawa Barat (Jabar), pada Rabu (9/10/2019).

Neng Siti Julaiha, anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten mengatakan, dalam Kunker ini, kami menyoroti dua hal, yaitu rencana bisnis dan legalitas standing Bank Banten. “Pertama, kita ingin rencana bisnis Bank Banten yang jelas. Karena selama ini program dan rencannya baru menyediakan dana pensiun. Dan kedua adalah legal standing yang harus dibenahi oleh Bank Banten” kata Neng Julaiha, Rabu (9/10/2019).

Selama ini, menurut dia, rencana bisnis Bank Banten menyasar kepada para pensiunan dengan menyiapkan dana pinjaman. Namun, tidak didukung dengan sarana dan prasarana perbankan. “Setiap cabang hanya ada satu ATM (anjungan tunai mandiri). Ini kan menjadi masalah, ditambah biaya operasionalnya disetiap cabang kami anggap pemborosan dan tidak logis,” tegas Neng Julaiha.

Ia menambahkan, pemborosan dan ketidakwajaran biaya operasional untuk Bank Banten adalah sewa tempat yang nilainya mencapai miliaran rupiah dalam satu tahun.

“Jadi menurut penjelasan Bank Banten, MoU (kesepakatan) sewa tempat itu dilakukan sebelum Bank Banten itu dibeli Pemprov Banten. Ini kan aneh, dan kontraknya juga dilakukan dalam rentang waktu 10 sampai 15 tahun. Jadi benar-benar sudah diikat, dan kalau mau pindah, katanya, Bank Banten harus mencarikan pembeli gedung itu. Ini benar-benar tidak masuk akal,” terangnya.

Hal serupa juga terjadi di kantor cabang Bank Banten di Karawang dan Kelapa Gading. Lokasi di dua lokasi tersebut tidak memadai dan tidak berada dijalur ekonomi.

“Tapi di Karawang sewa gedungnya tidak sampai miliaran. Kalau nggak salah hanya Rp160 juta per tahun. Tapi itu pun saya rasa masih kemahalan, dengan kantor yang sekarang ditempati Bank Banten cabang Karawang,” imbuhnya.

Lanjut dia, kami nanti akan dorong lagi agar Bank Banten ini benar-benar berdiri sendiri. Karena kalau masih menginduk di BGD tidak akan berkembang lebih baik lagi. (TS)

loading...

Balasan