Home Daerah Banjir Dadakan !!, Petani dan Peternak Sui Raya Menjerit Akibat Gagal Panen

SN Sui Raya, Kubu Raya, Kalbar — Banjir dadakan yang selalu terjadi di warga belakang Bandara Udara Internasional Supadio Kabupaten Kubu Raya tepatnya di Desa Limbung Kecamatan Sui Raya, Kabupaten Kubu Raya , Propinsi Kalimantan Barat, sangat di keluhkan warga setempat.

Tokoh masyarakat Desa tersebut, H. KPA Tukirin Suryo hadinagoro,SE,MM bersama Mujito Ketua Kelompok Tani Dusun Sidomulyo, Wiyono Ketua Kelompok Tani Dusun Mulyorejo, Mukyoto (72) Sesepuh Masyarakat Dusun Sidomulyo, Mbah Slamet (83) Sesepuh masyarakat Dusun Mulyorejo, Musdi Temon (47) Ketua Karang Taruna Dusun Sidomulyo dan Condeng Ketua Karang Taruna Dusun Mulyorejo menuturkan, banjir sering terjadi pada saat musim hujan datang,  namun sayangnya hingga hari ini Jumat 18 Oktober 2019  belum mendapatkan penyelesaian masalah secara tuntas dari Pemerintah Daerah.

Menurut Tukirin, banjir terjadi oleh karena Air hujan yang datang tidak dapat keluar ke sungai Kapuas dikarenakan tersumbatnya saluran pembuangan air dari akibat perpanjangan Bandara Pacu Pesawat.

Masih menurut tokoh masyarakat itu, ada beberapa saluran pembuangan Air tertutup oleh perpancangan Bandara Pacu dan belum ada pembuatan saluran pembuangan Air yang baru, sehingga debit Air hujan yang datang menggenang di rumah-rumah penduduk, sawah dan kandang pertenakan.

“Dengan banjir dadakkan tersebut petani menjadi gagal panen karena tamaman petani dilahan perkebunannya menjadi busuk dan mati, dan bukan hanya petani saja yang di rugikan ada peternak itik yang kandangnya tergenang air sehingga banyak itik yang mati, kalau seperti ini petani dan peternak dirugikan, siapa yang mau bertangung jawab” tegas Tukirin.

” Kami Mohon kepada Pemerintah Pusat dan daerah untuk dapat dengan segera mengatasi dan mencarikan solusi terbaik untuk warga belakang Bandara dan otoritas Bandara, supaya tidak ada yang dirugikan,” pinta Tukirin dalam keluhannya kepada awak media, Jumat (18/10).

“Ini penyebab adanya penggenangan Air di perumaham warga. Awalnya ada 4 saluran irigasi dari perkampungan warga menuju Sungai Kapuas. Namun sekarang tinggal 2 yakni di Utara Bandara 1 dan di Selatan Bandara 1 ” imbuhnya.

Tukirin tidak keberatan dengan perpanjang landasan pacu atau pengembangan bandara, silahkan pihak Bandara operational usahanya jalan dengan baik. Tapi tolong warga masyarakat jangan dirugikan,” pungkasnya. (Wawan/tim)

loading...

Balasan