Home Ekonomi PEMERINTAH HARUS BERANI BUAT PUTUSAN POLITIK WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

SN Jakarta – Anggota DPR RI Herman Khaeron mengatakan pemerintah harus berani mengeluarkan keputusan politik untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, mengingat persoalan yang dihadapinya juga banyak.

“Bicara soal beras misalnya, berkurangnya lahan pertanian menjadi masalah krusial. Sementara, mencari lahan baru yang cocok untuk pertanian, seperti sawah, tidak mudah. Karena itu, harus ada keputusan politik yang kuat. Lahan pertanian tidak boleh diubah. Supaya lahan pertanian yang ada saat ini, tidak terus menyusut,” kata Herman, di Jakarta, Kamis (24/10).

Politisi dari Partai Demokrat ini mengatakan petani membutuhkan keputusan politik yang kuat untuk melindungi lahan-lahan yang selama ini mereka garap.

Menurutnya, diversifikasi pangan juga perlu dilakukan. Selain beras, juga ada sagu dan jagung, termasuk memaksimalkan potensi perikanan mengingat luas lautan Indonesia, dua per tiga dari daratan.

Sebelumnya, dalam FGD yang diselenggarakan Indopos Kepala Bidang Ketersediaan Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Rachmi Widiriani mengatakan, sejak 2012, ketahanan pangan dan gizi terus disosialisasikan.

“Ada dua hal yang penting terkait ketahanan pangan dan gizi. Pertama kecukupan pangan tidak hanya cukup jumlahnya. Tapi juga bagaimana pangan mendukung untuk kesehatan. Dan yang kedua, bagaimana kelanjutan pangan itu diproduksi,” ujarnya.

Lebih lanjut Rachmi mengatakan, pihaknya akan terus menyuarakan ketahanan pangan dan gizi. Selain itu, efektivitas ketahanan pangan, dan sanitasi serta pencegahan infeksi menjadi perhatian.

Seberapa kuat ketahanan pangan dan gizi kita. Pada 2015-2018 ada 177 kabupaten/kota yang meningkat status ketahanan pangannya. Global Food Security Index kita juga naik, dari 74 ke 65.

Selain itu, rata-rata pertumbuhan pangan strategis, terdapat peningkatan, seperti produksi padi, jagung, cabai, dan sebagainya, ujar Rachmi.

“Dari sisi ketersediaan energi, juga mengalami peningkatan. Kami sudah menghitung itu,” ujarnya. (Red/iqp).

loading...

Balasan