Home Daerah Pemekaran Kabupaten Indramayu Barat Bakal Segera Terwujud

Ket Foto : Kabag Otdes Setda Kabupaten Indramayu, Edi Rusnaeni bersama Tim Panitia Pemekaran Kabupaten Indramayu Barat dan Tim dari OTDA Provinsi Jawa Barat Indramayu-MIJ

SN Indramayu : KEGIATAN sosialisasi rencana pembentukan daerah otonomi baru kabupaten Indramayu Barat di hotel Wiwi Perkasa, Senin (28/10/2019) berjalan lancar dan tertib.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan perangkat daerah kabupaten Indramayu, muspika, muspida, camat, kuwu, BPD tokoh masyarakat cakupan wilayah Indramayu barat dan panitia pembentukan kabupaten Indramayu barat. Acara sosialisasi secara resmi dibuka oleh Asda I Drs. Sugeng Sudrajat, M.Si mewakili Plt. Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat, SH.

Sugeng berharap, kepada nara sumber dapat memberikan materi dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga peserta sosialisasi dapat mengikutinya dengan seksama dan mendapatkan informasi dan pengetahuan yang jelas tentang rencana pembentukan daerah otonomi baru kabupaten Indramayu Barat.

Dalam sambutan Plt.Bupati Indramayu Sugeng membacakan, pembentukan daerah otonomi baru bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Yang melatar belakangi rencana pembentukan otonomi baru yaitu jarak tempuh pelayanan publik antara lokasi ibu Kota kabupaten Indramayu di ujung utara dengan wilayah kecamatan di ujung barat.

Dari titik pusat pemerintah kabupaten Indramayu dengan masyarakat barat cukup jauh dengan jarak tempuh kurang lebih 72 kilo meter dengan ditempuh kendaraan roda empat (mobil) maupun kendaraan roda dua (motor) kurang lebih 2 jam setengah. Dengan jarak tempuh yang memakan waktu mengakibatkan kurang efektifnya pelayanan terhadap masyarakat bagian barat, ucapnya.

Rencana pembentukan daerah Indramayu Barat membawahi 95 desa dari 10 wilayah kecamatan, meliputi kecamatan Terisi, Gabus Wetan, Kroya, Kandanghaur, Bongas, Patrol, Sukra, Anjatan, Gantar dan kecamatan Haurgeulis. Adapun jumlah penduduk sebanyak 690.532 jiwa dan luas wilayah kurang lebih 92.726 hektar. Sedangkan kabupaten induk membawahi 222 desa dari 21 wilayah kecamatan, meliputi kecamatan Cikedung, Lelea, Bangodua, Tukdana, Widasari, Kertasemaya, Sukagumiwang, Krangkeng, Karangampel, Kedokanbunder, Juntinyuat, Sliyeg, Jatibarang, Balongan, Indramayu, Sindang, Cantigi, Pasekan, Lohbener, Arahan dan kecamatan Losarang dengan jumlah penduduk 1.168.030 jiwa dan luas wilayah kurang lebih 117.216 hektar.

Dikatakan, pembentukan daerah otonomi baru berdasarkan Undang-Undang Nomor. 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, terdapat perbedaan  yang signifikan yaitu ; pembentukan daerah otonomi baru, terlebih dahulu dilakukan penegasan batas wilayah antara kabupaten induk dengan kabupaten persiapan dan melalui tahapan daerah persiapan selama 3 tahun semua pembiayaan dibebankan pada kabupaten induk.

Namun demikian, setelah 3 tahun hasil evaluasi menunjukan daerah persiapan tersebut tidak memenuhi syarat untuk menjadi daerah otonomi baru, statusnya dikembalikan ke daerah induknya dan sebaliknya apa bila daerah  persiapan melalui masa pembinaan selama 3 tahun memenuhi syarat , maka daerah persiapan tersebut dibentuk melalui Undang-Undang menjadi daerah otonomi baru, ucap Jajang Sudrajat mantan camat kecamatan Lelea. Jajang memperjelas, pemerintah pusat melalui surat kementerian Dalam  Negeri Republik, kebijakan tersebut dilakukan Moratorium atau pemberhentian sementara sebelum ditetapkannya peraturan pemerintah  tentang penataan daerah dan peraturan pemerintah tentang Indonesia tanggal  3 September 2015 Nomor. 135/2935 Otda,  perihal kebijakan daerah otonomi  baru desain penataan daerah yang merupakan tindak lanjut Undang-Undang Nomor. 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

Lanjut Jajang, meskipun pemerintah pusat menetapkan kebijakan Moratorium pembentukan daerah otonomi baru. Pemerintah kabupaten Indramayu dengan penuh keseriusan.menuangkan rencana.pembentukan daerah otonomi.baru yakni kabupaten Indramayu Barat dalam rencana.pembangunan jangka menengah tahun 2016-2021 yang merupakan janji politik Bupati dan Wakil .Bupati Indramayu.

“Alhamdulillah, program jangka menengah pemkab Indramayu tentang pembentukan daerah otonomi baru, direspon dengan serius oleh Gubernur dan wakil Gubernur provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum. Juga dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah provinsi Jawa Barat tahun 2018-2023, selama 5 tahun kedepan menargetkan 6 daerah otonomi baru, satu diantaranya adalah Kabupaten Indramayu, ) pungkasnya.

Kabag Otda setda kabupaten Indramayu Edi Rusnaeni dan juga sebagai Ketua panitia kegiatan sosialisasi rencana pembentukan daerah otonomi baru kabupaten Indramayu Barat. Edi dalam.sambutannya menjelaskan, recana letak daerah otonomi baru diwilayah kecamatan Kroya.

Dikatan Edi, kegiatan sosialisasi ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan dilaksanakan selama 3 hari Senin s/d Rabu (28-30/10/2018) bertempat di hotel.Wiwi Perkasa Indramayu. Adapun peserta kegiatan sosialisasi terdiri dari.para Camat, Kuwu, BPD, tokoh masyarakat.

Kegiatan hari Pertama dari 3 wilayah kecamatan Terisi, Gabuswetan,dan kecamatan Kroya, kegiatan hari Kedua di ikuti dari 4 wilayah kecamatan Kandanghaur, Bongas, Sukra dan kecamatan Patrol, dan kegiatan hari Ketiga di ikuti dari 3 wilayah kecamatan Haurgeulis, Anjatan,dan kecamatan Gantar,ucapnya.

Ditempat yang sama, MIJ saat konfirmasi kepada FKMBI (Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Barat) juga sebagai PPKIB (Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat) Sukamto, SH (Ketua), H. Eri Isnaeni, SH (Sekretaris) didampingi Raden Daniar (Dewan Pakar/Dewan Penasehat) Sukamto menjelaskan, terkait pengajuan permohonan pemekaran kabupaten  Indramayu sejak tahun 1996. Hal itu dilakukan berdasarkan hasil kajian dari Bapeda Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan kelompok pengkajian darinFakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Padjadjaran Bandung, bahwa wilayah kabupaten Indramayu layak di mekarkan menjadi 2 wilayah.

Dikatakan Sukamto, perjuangan pembentukan daerah otonomi baru kabupaten Indramayu Bara, butuh perjuangan dan doa. Perjuangan tersebut PPKIB penuh tantangan dan rintangan, bahkan terseok-seok bagaikan terbawa .oleh tiupan angin.kencang hampir19 tahun.

Untuk itu, kami mohon dukungan dari semua pihak terutama dari pemerintah kabupaten Indramayu maupun pemerintah provinsi Jawa Barat serta dukungan dari anggota DPRD kabupaten maupun anggota DPRDnprovinsi Jawa Barat  untuk melakukan loby-loby dengan pemerintah pusat.

“Kami merasa bangga dan alhamdulillah di tahun 2019 pemerintah kabupaten  Indramayu menghadirkan narasumber dari bagian otda provinsi Jawa Barat dan mengundang kepada seluruh stakeholder cakupan wilayah Indramayu Barat,  dalam rangka kegiatan sosialisasi rencana pembentukan daerah otonomi baru  kabupaten Indramayu Barat. Dengan harapan adanya kegiatan tersebut,  pembentukan daerah otonomi baru Indramayu Barat bakal segera terwujud”,  pintanya. (Abdul Gani)

loading...

Balasan