Home Internasional Ketua Umum ASPRINDO Berikan Pandangan Strategi di Acara Islamic Young Leader Summit...


Pemaparan Ketum DPP Asprindo, H. Jose Rizal, MBA pada acara ” Indonesia Islamic Young Leader Summit 2019 ” yg di hadiri 56 Negara OKI Dunia.  Gedung Nusantara V DPR RI – Jakarta,  24 Nov 2019.


SN Jakarta : Kebangkitan Entrepreneur Muda Pribumi Muslim di Indonesia diilhami oleh kebangkitan pengusaha Muslim yang tergabung dalam Organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) yang dirintis oleh Samanhudi di Solo pada 16 Oktober 1905.

SDI didirikan untuk menghimpun para pedagang pribumi muslim khususnya pedagang batik saat itu agar dapat bersaing dengan pedagang-pedagang besar Tionghoa.

Pada masa itu, pedagang-pedagang keturunan Tionghoa usahanya maju dan mempunyai hak dan status yang lebih tinggi dari pemerintah Hindia Belanda yang mana kebijakan pemerintah itu membangkitkan kesadaran para kaum pribumi untuk menuntut keadilan.

Peristiwa Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 (ABI 212), yang dihadiri jutaan peserta, sebenarnya dilatarbelakangi ketidakadilan ekonomi antara pengusaha pribumi dan non-pribumi yang mendapatkan perlakuan istimewa dari penguasa -isu penistaan agama hanya bersifat pencetus saja– telah menginspirasi beberapa ulama dan ummat Islam tentang perlunya menggunakan kejadian ini untuk membangkitkan perekonomian umat yang semakin terpuruk.

Diantara anjuran Ustadz Abdullah Gymnastiar yang dikenal dengan sebutan Aagym yang mengungkapkan perlunya umat muslim mendirikan Bank Islam 212, Koperasi Syariah 212, Minimarket 212, bank wakaf yang digagas oleh Sandiaga Uno tokoh panutan pengusaha millenial Indonesia dan seterusnya.

Banyak faktor yang saat ini mulai bermunculan dan dinilai dapat membangkitkan peradaban Islam. Faktor-faktor tersebut seperti mulai bertambahnya jumlah pengusaha muslim, ilmuwan muslim, dan organisasi-organisasi Islam.

Jumlah umat Islam Indonesia yang hampir mencapai 210 juta jiwa, merupakan pasar yang super potensial jika bisa dibangkitkan kesadarannya untukmengutamakan konsumsi produk-produk pengusaha pribumi Muslim, sehingga para pengusaha-pengusaha muslim akan semakin berjaya, yang pada akhirnya bisa menguatkan ekonomi umat Islam, karena ekonomi merupakan tolak ukur kesejahteraan suatu bangsa. Dan ekonomi jugalah yang dapat membangkitkan kesejahteraan umat dari keterpurukan. Apalagi pada saat ini sistem ekonomi Syariah sudah mulai dikenal di dunia internasional.

Rekomendasi

Atas dasar kajian di atas, kami memberikan rekomendasi :

1. Kebangkitan ekonomi ummat itu segera bisa dienginering menjadi korporasi-korporasi dengan branding yang kuat disertai dengan strategi marketing andal. Sebab pesaing kita para konglomerat, bisa menguasai pasar penduduk Muslim di Indonesia juga menggunakan strategi yang sama.

2. Pengusaha Muda Muslim Pribumi perlu dikembangkan mindset-nya dan diedukasi untuk melakukan merger dan membangun korporatisasi, jangan justru bersaing, saling mematikan. Kemudian korporasi-korporasi itu kita gabung dalam holding company dan listing di lantai bursa. Dengan demikian cash inflow dan income korporasi kita tidak hanya mengandalkan dari business operation saja, tetapi juga dari kenaikan harga saham.

3.

Langkah berikutnya, adalah membangun Unicorn, yaitu perusahaan rintisan atau startup yang memiliki valuasi sebesar 1 miliar dolar AS. Membangun Market place ataupun membanjirinya dengan produk dan jasa milik pengusaha Muslim Pribumi, serta memiliki Fintech atau Financial & Technology, sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan yang berfungsi sebagai Pembayaran, Peminjaman uang (lending) secara peer to peer, Transfer dana, Investasi ritel, Perencanaan keuangan (personal finance), dan lain-lainnya.

Pada even Summit ini sekurang-kurangnya kita bisa mengidentifikasi, saat ini pebisnis Muda Muslim Pribumi sudah pada level keberapa dari strategi yang disebutkan diatas? Kemudian bersama-sama kita rumuskan “what next”, nya, apa yang perlu dilakukan sesudah perhelatan besar Indonesia Islamic Young Leader. (SWD)

loading...

Balasan