Home Politik Komisioner KPU RI, Ingatkan KPUD Cianjur Politik Kepentingan

PB, Cianjur – Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) mewanti-wanti agar jangan sampai terjadi kecurangan dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan dihelat pada 9 Desember 2015 mendatang.

Pasalnya, tingkat potensi kerawanan kecurangan dalam pilkada dinilainya masih sangat dimungkinkan dan cukup tinggi.

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah usai melakukan monitoring pelaksanaan dan persiapan pilkada Cianjur di Kantor KPU Cianjur, akhir pekan kemarin.

Karena itu, ia pun mewanti-wanti KPU Cianjur agar mewaspadai seluruh proses jalannya pilkada dengan cermat dan jeli agar jangan sampai ada celah terjadinya kecurangan pesta demokrasi itu.

“Sebenarnya semua proses dalam pemilihan itu pasti memiliki kerawanan dan kecurangan. Makanya saya tadi juga sudah mewanti-wanti kepada KPU Cianjur agar waspada, jangan sampai ada kecurangan yang terjadi,” tegas Ferry.

Bukan tanpa alasan Ferry mengungkapkan hal itu. Selain karena dua paslon dari total tiga paslon yang bertarung memperebutkan hak dan aspirasi rakyat di Cianjur dinilainya memiliki kepentingan konflik yang sangat kental.

Selain itu, sejarah kelam pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu pada pemilihan legislatif (pileg) 2014 lalu yang berujun pada pemberhetian secara tidak hormat kepada tiga dari lima komisioner KPU Cianjur.

Ia menjelaskan, yang dimaksud kepentingan konflik, adanya salah satu paslon yang calon bupatinya memiliki ikatan darah (anak, red) dari bupati yang sekarang masih menjabat. Di sisi lain, calon bupati dari paslon yang lain tidak lain adalah wakil bupati yang saat ini pun masih menjabat.

“Karena itu, pilkada Cianjur juga jadi lebih rawan tingkat kecurangannya. Ini yang harus menjadi perhatian,” jelas dia.

Ferry menambahkan, berkenaan dengan kesejarahan penyelenggaraan pileg di Cianjur tahun lalu pun tak luput dari catatan KPU-RI.

Karena itu, ia pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama ikut memberikan pengawasan terhadap para penyelenggara pemilu tersebut agar tidak melenceng dari tugas dan kewajibannya.

“Iya sejarahnya memang seperti itu. Tapi kalau memang ada penyelenggara pemilu curang, maka sanksinya sudah jelas. Pecat!” tegas dia lagi.

Dalam kesempatan itu pula, Ferry pun menyempatkan diri berkomunikasi dengan komisioner dan staf KPU Cianjur berkenaan dengan proses dan persiapan pilkada.

Salah satu yang disorotinya adalah belum datangnya surat suara yang masih menunggu proses pencetakan.

Sementara, di daerah lain, kebanyakan surat suara sudah diterima masing-masing KPU setempat dan sedang dalam proses pengsortiran dan pelipatan.

Selain itu, Ferry juga menekankan pada proses teknis pengiriman perlengkapan pencoblosan serta berbagai dokumen pemilihan lainnya ke daerah-daerah. Pasalnya, ia menilai, karakter Cianjur di sejumlah wilayah dinilainya cukup sulit untuk ditempuh dan dengan jarak yang cukup jauh.

“Saya juga menekankan agar pengawasan dan pengawalan mulai dari surat suara, rekap, perlengkapan pencoblosan serta dokumen pendukung lainnya ini harus banar-benar safety. Mulai dari pendistribusian hingga dikirimkan kembali ke KPU. Karena, pada proses ini, tingkat kerawanan kecurangan juga cukup tinggi,” beber mantan Ketua KPU Jawa Barat itu.

Hal lain yang juga menurutnya harus diperhatikan adalah, banyaknya penduduk yang kemungkinan besar tidak bisa menyalurkan hak politiknya dikarenakan berbagai alasan. Mulai dari penduduk yang bekerja di luar negeri, luar daerah maupun penduduk yang mengidap gangguan jiwa.

Seperti diketahui, ada sekitar lebih dari 540 ribu atau 21 persen dari seluruh penduduk Cianjur yang berjumlah 2,7 juta jiwa, didapati menderita gangguan kejiawaan.

“Nah, nama-nama mereka itu kan sudah didata dan masuk dalam DPT. kalau memang hak suaranya tidak bisa disalurkan, maka itu juga harus diawasi dengan ketat untuk menghindari jual-beli suara atau bahkan penggelembungan perolehan suara. Karena itu, kami juga meminta kepada pihak kepolisian dan TNI agar benar-benar membantu pengawasan dan pengamanannya,” pubgkas dia.

(RUH)

loading...

Balasan