Kencana Wungu adalah nama ayam pelung yang dinobatkan sebagai yang terbaik kategori suara menyisihkan ratusan ayam pelung kelompok jawara lainnya dalam Latihan Bersama dan Kontes Ayam Pelung memperebutkan Piala Fahira Fahmi Idris Cup 2015, Sabtu (28/11) petang.

Putri sulung politisi senior Partai Golkar, Fahmi Idris, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu kepeduliannya akan ayam pelung yang menjadi ciri khas Cianjur. Sayangnya, selama 10 tahun terakhir, perhatian pemerintah setempat sangat minim.

Sehingga, keberadaan ayam pelung yang diniliainya merupakan bagian dari kebudayaan asli Cianjur itu makin tersisih. Padahal, jika dikelola dan mendapatkan penghargaan yang layak, diyakininya bakal menjadi potensi budaya dan pariwisata yang cukup bernilai.

“Ini juga hasil dari komunikasi para pecinta, penggemar dan peternak ayam pelung Cianjur. Makanya ayam pelung ini harus tetap dilestarikan,” kata dia.

Lebih daripada itu, suami Calon Wakil Bupati Aldwin Rahadian itu menyebut, upaya pelestarian kebudayaan dan pariwisata itu sejalan dengan program yang diusung suaminya dengan Suranto sebagai Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021.

“Komitmen pasangan nomor urut tiga ini memang bertujuan untuk mengembangkan Cianjur ke depannya. Karena itu, harus ada perubahan di Cianjur ini. Jangan seperti selama ini yang semua tidak mendapatkan perhatian sama sekali dari pemerintah setempat,” sesal dia.

Ketua HIPPAPI Cianjur, Subagja, membenarkan bahwa selama ini ayam pelung minim perhatian.

“Tidak pernah ada perhatian dari pemerintah. Makanya kami juga bersyukur ada kegiatan dan penghargaan terhadap keberadaan ayam pelung ini,” sebut dia.

(RUH)