Home Daerah Setelah Anggota DPRD Dan Camat Cianjur, Masih Ada Lagi Yang Akan Diperiksa...

SN, CIANJUR – Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu, mengatakan, operasi tangkap tangan tersebut dilakukan tim Polda Jabar di sebuah rumah di daerah Pabuaran, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur kota, Cianjur sekitar pukul 11.00 wib.

Saat itu, kata Kapolres, seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AM membawa sejumlah uang yang sedianya akan diserahkan kepada seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur berinisial AZ.

“Jadi OTT ini dilakukan timsus gabungan yang sudah memiliki informasi sebelumnya. OTT sendiri lakukan pada saat ONS itu datang membawa uang untuk diserahkan kepada anggota legislatif tersebut. Begitu AM bertemu AZ, tim langsung masuk dan menangkap keduanya,” ujar Asep Guntur, Minggu (6/12) malam kepada awak media.

Asep menambahkan, uang itu, berjumlah sekitar Rp300 juta yang terdiri atas pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.

Uang tersebut disimpan di dalam tas jinjing yang biasa digunakan membawa laptop.

Adapun asal-usul uang tersebut kini tengah diselidiki Satreskrim Polres Cianjur.

“Yang melakukan OTT itu tim dari Polda, jadi kami hanya menerima penyerahan hasil OTT. Sekarang sedang dilakukan pendalaman dan dimintai keterangan dari kedua orang tersebut. Karena masih pendalaman dan pemeriksaan, jadi belim ada yang menjadi tersangka,” ujar Asep.

Menurut Asep Guntur, AM, seorang PNS yang diamankan dalam OTT, pun diduga terlibat dalam pelaksanaan pilkada di Kabupaten Cianjur. Sementara, keterlibatan PNS dalam pilkada itu, oleh pihaknya diserahkan ke Panwaslu Kabupaten Cianjur untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami langsung koordinasi dengan panwaslu setelah ada keterangan sangkut paut dengan pilkada dari kedua orang tersebut,” lanjut dia.

Kapolres menjelaskan, pihaknya dalam hal ini, lebih menyelidiki asal-usul uang tersebut apakah berasal dari kantong pribadi, uang perusahaan, atau uang negara.

Ia menyebut, memang ada dua dugaan tindak pidana yang terjadi dalam OTT tersebut, yakni tindak pidana pemilu dan tindak pidana korupsi.

Untuk gugaan tindak pidana pemilu sendiri dilakukan Panwaslu Kabupaten Cianjur sebelum diserahkan ke Gakumsu Kabupaten Cianjur.

“Untuk tindak pidana pemilu, langsung kami serahkan ke panwaslu dan panwaslu yang menentukan apakah itu tindak pidana pemilu atau administrasi. Kami tidak ada kewenangan itu. Jadi kita tunggu saja,” ujar dia lagi.

Asep Guntur mengatakan, pihaknya kini terus mengumpulkan bukti yang cukup untuk menentukan status kedua pria yang diamankan pada OTT tersebut, terutama mengenai adanya dugaan tindak pidana korupsi.

Pihaknya tak mau gegabah dalam mengambil kesimpulan sehingga perlu keterangan dan bukti lain yang mendukung terkait dengan asal usul uang itu dan akan digunakan untuk apa uang tersebut.

“Status keduanya masih terperiksa, selain kedua orang ini, seorang saksi lainnya juga kami minta keterangan. Seorang saksi itu diperiksa dari hasil pengembangan dari keterangan PNS dan anggota legislatif,” ujar Asep tanpa menyebut identitas saksi dimaksud.

Siapakah saksi baru yang dimaksud Kapolres, apakah salah satu pengusaha atau petinggi Kabupaten Cianjur, apakah saksi ini selaku penyandang dana ? Kita tunggu gebrakan pihak Kepolisian Cianjur, dibawah pimpinan seorang mantan penyidik KPK.

Tertangkapnya AZ dari Partai PKB, partai yang mengusung Irvan yang juga anak dari Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar, dan AM selaku bawahan Tjetjep tidak menutup kemungkinan keterlibatan Bupati sangat kuat, ” kita serahkan kepada hasil penyidikan polisi,” ujar Heikal selaku seorang praktisi hukum.

(RUH)

loading...

Balasan