Home News Herman Alias Herry Tjiap, Anggota DPR RI Pemaki Polisi, Ternyata DPO Kasus...

SN, Jakarta – Persoalan minuman keras hasil sitaan aparat kepolisian Polda Nusa Tenggara Timur, yang terpaksa dikembalikan lagi kepada pemiliknya oleh pihak kepolisian membuat miris.

Berbagai macam tanggapan bermunculan, sebagian besar mendukung sikap aparat keamanan untuk menyita dan janga mengembalikan hasil sitaan.

Namun entah alasan apa hingga akhirnya hasil sitaan itu malah dikembalikan usai si pemilik Herman Herry anggota DPR RI dari Komisi III yang menangani soal Hukum, HAM dan Keamanan.

Ternyata Herman Herry adalah seorang warga keturunan Tionghoa bernama asli Heri Tjiap, yang berhasil memperdaya aparat kepolisian dengan ancaman dan makian kepada seorang Perwira Polisi berpangkat AKBP (setara Letnan Kolonel dalam TNI).

Dari hasil penelusuran berbagai tulisan ternyata Heri Tjiap ini adalah seorang DPO kasus uang palsu di NTT. dan melarikan diri ke Jakarta.

Bahkan sebuah tulisan dari kompasiana milik akun bernama Malawu, mantan seorang pelaku preman Jakarta, dengan berani menuliskan sepak terjang Heri Tjiap ini sebelum menjadi anggota DPR RI adalah pelaku usaha bisnis ilegal BBM jenis solar dan penyelundupan Miras golongan C.

Penyelundupan miras sebanyak 30 kontainer tahun 2011 lalu, yang melibatkan A Pau pemilik PT. Anugrah Karya Utama, terungkap usai ditelusuri oleh Komite Pengawasan Perpajakan Departemen Keuangan yang menyebutkan adanya isi kontainer yang berbeda dengan dokumen.

Namun kasus ini juga menguap karena pihak Bea Cukai tidak berani melakukan penangkapan akibat adanya intervensi dari Komisi III DPR RI.

Ditengarai intervensi ini dilakukan oleh Heri Tjiap alias Herman Heri, karena Heri duduk dikomisi ini sejak menajdi anggota DPR RI dari PDIP, masa bakti 2009-2014.

Bahkan pada tahun 2011 Heri sempat di soroti karena saat itu memiliki sebuah mobil mewah seharga Rp. 7 milyar. Namun dirinya membantah jika mobil yang dibawanya dalam sidang paripurna hasil korupsi.

Malawu sendiri bahkan tidak takut dengan ancaman terkait dengan tulisannya, ” justru itu yang saya tunggu-tunggu,” ujarnya menantang balik.

 

 

 

loading...

Balasan