Home Ekonomi Rencana Pengembangan Blok Masela Terancam Memakan Waktu

SN Jakarta : Langkah Kepala SKK Migas yang mempertemukan Inpex dengan Pertamina merupakan langkah awal untuk membahas peluang Pertamina mendapatkan hak pengelolaan di Blok Masela.

Namun Inpex Masela selaku operator blok kaya gas di Laut Arafura itu masih mengkaji keputusan Presiden Jokowi mengenai pengembangan Blok Masela yang menggunakan skema di darar (onshore). Pasalnya adanya perbedaan dengan proposal rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) yang menggunakan skema pengolahan di laut (offshore).

Atas hal tersebut Rencana pengembangan Blok Masela terancam memakan waktu lebih lama, dikarenakan pihak Inpex Corporation selaku kontraktor blok kaya gas di Laut Arafura itu pun disebut-sebut baru akan mengajukan revisi proposal rencana pengembangan atau plan of development(PoD) pada Juni 2019.

Hal ini memicu reaksi penolakan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli karena  rencana pengajuan revisi proposal PoD Blok Masela hanyalah keinginan Inpex. Padahal, perusahaan asal Jepang tersebut tidak bisa mengatur jadwal pengembangan Proyek Masela tanpa persetujuan pemerintah. “(Jadwal) itu kan maunya Inpex. Kita kan ingin supaya pembangunan ekonomi kita ini di-drive(disetir) oleh negara,” kata Rizal seusai rapat koordinasi pembentukan Komite Gabungan untuk Percepatan Pembangunan Blok Masela yang melibatkan beberapa kementerian terkait.

“Kami mengakomodasi kepentingan investor dalam hal ini Inpex, tapi negara yang menyetir. Jangan dibalik,” kata Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

Namun Rizal Ramli tidak yakin kalau Inpex dan Shell selaku pemilik hak partisipasi Blok Masela bakal hengkang gara-gara keputusan tersebut. Apalagi dua perusahaan energi multinasional itu sudah menghabiskan dana lebih dari US$ 2 miliar selama lima tahun untuk mengeksplorasi Blok Masela. “Mendapatkan tambang emas untuk 70 tahun masa mau kabur?”

blok-masela-_160102175542-643Seandainya pun Inpex memutuskan hengkang dari Blok Masela, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yakin bakal banyak pihak yang berminat mengelola blok tersebut. “Kalau (Inpex) mau kabur, wah itu banyak bangetyang mengantrenya (untuk masuk Blok Masela,” kata Rizal. (Rizal)

loading...

Balasan